<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812</id><updated>2012-02-15T22:25:29.824-08:00</updated><category term='Author: Abu Bakr Siraj Al-Din'/><category term='Author: Habiburrahman El Shirazy'/><category term='Fantasy'/><category term='Genre: Drama'/><category term='Manga'/><category term='Author: Philip Pullman'/><category term='Novel'/><category term='Genre: Islam'/><category term='Genre: Comedy'/><category term='Type: Manga'/><category term='Author: Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury'/><category term='Author: Martin Lings'/><category term='Genre: Fantasy'/><category term='Genre: Action'/><category term='Fiction'/><category term='Genre: Biografi'/><category term='Genre: Sejarah'/><category term='Author: Masashi Kishimoto'/><title type='text'>Booksqy</title><subtitle type='html'>&lt;a href="http://booksqy.blogspot.com" title="Booksqy"&gt;Booksqy&lt;/a&gt; adalah blog yang berisi resensi dan informasi buku-buku terkenal.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812.post-7188854001412042193</id><published>2010-06-14T20:47:00.001-07:00</published><updated>2010-06-14T20:47:22.776-07:00</updated><title type='text'>Kaas - Willem Elschot</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;a href='http://bukuygkubaca.blogspot.com/2010/06/kaas-willem-elschot.html'&gt;Kaas - Willem Elschot&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/TBbQ8dYb-3I/AAAAAAAABV4/W2cB9BzsKTY/s1600/kaas.jpg"&gt;&lt;img style="margin:0pt 10px 10px 0pt;float:left;width:194px;height:320px" src="http://1.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/TBbQ8dYb-3I/AAAAAAAABV4/W2cB9BzsKTY/s320/kaas.jpg" alt="" border="0"&gt;&lt;/a&gt;No. 238&lt;br&gt;Judul : Kaas (Keju)&lt;br&gt;Penulis : Willem Elsschot&lt;br&gt;Penerjemah : Jugarie Soegiarto&lt;br&gt;Penerbit : Gramedia Pustaka Utama&lt;br&gt;Cetakan : Mei, 2010&lt;br&gt;Tebal : 176 hlm ; 11 cm&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kaas (Keju) adalah roman klasik pendek dari penulis Belgia, Willem Elsschot. Walau kisahnya sederhana  namun roman ini termasuk salah satu roman yang mendunia. Sejak diterbitkan tahun 1933 roman ini telah berpuluh-puluh kali dicetak ulang dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Pada tahun 2008 Kaas kembali mencuri perhatian pecinta buku setelah Dick Matena, seorang ilustrator Belanda, membuat 119 ilustrasi bedasarkan buku ini dan membuatnya menjadi sebuah roman bergambar atau kini dikenal sengan isitlah novel grafis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lalu apa sih istimewanya novel ini? Jujur saja, saya pertama kali tertarik dengan novel ini karena covernya yang minimalis dan menarik. Berwarna kuning cerah, dengan ilustrasi lelaki bertopi membawa keju edam di kedua tangannya. Judulnya juga sangat simple "Kaas" (Keju).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kaas menceritakan penggalan kehidupan Frans Laarmans, seorang kerani (pegawai administrasi) General Marine and Shipbuliding Company di Antwerpen. Frans adalah seorang pegawai berusia 50 tahun yang setia terhadap pekerjaannya. Selama 30 tahun ia menjalani rutinitasnya sebagai pegawai rendahan yang cakap dan tekun terutama di bidang korespondensi dan pembukuan. Kehidupannya bersama istri dan kedua anaknyapun biasa-biasa saja dan iapun sepertinya menikmati kehidupan rutinitasnya itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Keinginannya untuk merubah nasibnya baru muncul setelah ia mengenal Mijnheer Van Schoonbeke, orang kaya dan terpandang di Antwerp. Awalnya Schoonbe  mengajaknya secara rutin untuk menghadiri pertemuan rutin dengan teman-temannya dari kalangan elite. Awalnya ia merasa minder dengan lingkungan barunya itu, ia berusaha menutupi statusnya sebagai pegawai rendahan. Untunglah tak lama kemudian datang tawaran dari kawan Schoonbeke dari perusahaan Honstra asal Amsterdam untuk menjadi pedagang keju.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tawaran tersebut disambutnya dengan antusias. Namun Frans cukup berhati-hati untuk memulainya. Ia tak mau cepat-cepat melepaskan pekerjaannya, sehingga saat hendak memulai usahanya ini ia mengajukan cuti dari pekerjaannya. Dengan alasan sakit syaraf Frans memperoleh izin cuti selama tiga bulan dari tempatnya bekerja.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Awalnya ia bersemangat sekali dengan profesinya yang baru ini. Ia yakin bahwa dirinya akan menjadi pengusaha keju yang sukses. Apalagi keju adalah salah satu bahan makanan yang disuka semua orang,  tua muda, besar kecil di kalangan orang Belanda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun ternyata berjualan keju tak semudah yang ia bayangkan, apalagi ia sama sekali tak memiliki pengalaman untuk menjadi seorang wirausaha.  10.000 ton keju yang dipercayakan padanya tak juga laku-laku.  Ia mulai khawatir dan gelisah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kegelisahannya semakin memuncak ketika ia mendapat kabar bahwa  bos kejunya Mijnheer Hornsta akan datang untuk mengetahui perkembangan penjualannya. Frans menjadi panik, ia ketakutan setengah mati dan mencoba untuk bersembunyi ketika bos kejunya datang untuk menemuinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Walau kisahnya sederhana dan tak ada konflik yang berbelit-belit ini namun di tangan Willem Elschoot konflik yang diangkat dari peristiwa sederhana ini menjadi menarik dimana drama kehidupan akan tersaji secara lucu, sinis,  sekaligus getir. Di sini Elschhot mengeksplorasi karakter Frans Leehman  dengan apik sehingga pembaca bisa ikut merasakan pergolakan emosi yang dialami oleh si penjual keju ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Elschoot tampak pandai membangun karakter Frans secara sabar, mendetail namun tidak terkesan bertele-tele. Semua disajikan secara wajar dan tidak berlebihan. Pembaca diajak merasakan naik turunnya emosi Frans seiring dengan perkembangan usahanya. Ada kalanya pembaca dibuat optimis dengan sikap hidup Frans, namun pembaca juga dibuat gemas ketika bagaimana Frans terlalu memusingkan hal-hal kecil seperti mencari nama perusahaan, mempermasalahkan kop surat, furniture untuk kantor barunya, dan sebagainya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tak hanya pergulatan batin Frans yang diketengahkan Elschoot dalam karyanya ini, namun situasi sosial masyarakat Eropa di tahun 30-an lengkap dengan intrik-intrik di dunia perdagangan juga akan terungkap di novel pendek ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Singkat kata novel ini menarik untuk dibaca, melalui kisah Frans Leehman kita diajak mendalami perjuangan seorang tokoh sederhana untuk merubah nasibnya.  Novel ini memang berakhir dengan getir namun bukan berarti membuat pembacanya pesimis. Inilah realita yang mungkin saja bisa terjadi pada siapapun. Dalam mencoba sesuatu yang baru guna meraih kehidupan yang lebih baik,  kesuksesan maupun kegagalan memiliki peluang yang sama. Elschoot memilih memaparkan sisi kegagalan dari kisah yang dibangunnya ini sehingga pembaca bisa belajar dari kegagalan si penjual keju ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Willem Elsschot merupakan nama samaran Alfons Jozef de Ridder (1882-1960).  Pria kelahiran Antwerpen, Belgia ini sempat melakukan berbagai pekerjaan sebelum akhirnya mendirikan biro iklan sambil menulis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pengalaman hidupnya yang berganti-ganti pekerjaan dan menjalani bisnis biro iklannya ini rupanya menjadi inspirasi karya-karyanya yang banyak mengambil tema bisnis dan kehidupan keluarga. Gaya menulisnya memiliki cirri deskripsi yang mendetail dan sedikit sinisme. Karya-karyanya yang paling terkenal adalah Lijmen (1924), Kaas (1933), Tjisp (1934), dan Het Been (1938). Willem Elscschot meninggal di Antwerpen, belgia pada 1960. Setelah kematiannya, ia menerima penggargaan sastra nasional Belgia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kaas adalah karya pertama Elschoot yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, hal  ini merupakan proyek kerjasama antara penerbit Gramedia Pustaka Utama dengan Erasmus Huis dan Erasmus Dutch Language Centre (Jakarta) dalam rangka 40 tahun lembaga kebudayaan Belanda Erasmus Huis Jakarta.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seperti telah diungkapkan di atas, novel Kaas juga telah dibuat versi komiknya. Semoga Gramedia juga kelak akan menerjemahkan dan menerbitkan versi komiknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;@htanzil&lt;br&gt;&lt;br&gt;Untuk menikmati guratan Dick Mantena dalam mengadaptasi Kaas dalam bentuk novel grafis silahkan klik link dibawah ini :&lt;br&gt;http://www.deburen.eu/en/events/detail/willem-elsschot-kaas-a-graphic-novel-by-dick-matena&lt;div&gt;&lt;img width="1" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18862425-4517409502135613392?l=bukuygkubaca.blogspot.com" alt=""&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tuesday, June 15, 2010 12:51:00 AM - &lt;a href='http://bukuygkubaca.blogspot.com/2010/06/kaas-willem-elschot.html'&gt;Link&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='font-size:x-small;'&gt;Click &lt;a rel='nofollow' href='http://www.reblinks.com/email.aspx?email=quallesqy.buku@blogger.com&amp;rss=http%3a%2f%2fwww.google.com%2freader%2fpublic%2fatom%2fuser%2f15038608225641683163%2flabel%2fResensi%2520Buku&amp;delete=a37852a2eb1a426792d2a1ffd0b4c25f'&gt;here&lt;/a&gt; to unsubscribe  from &lt;a href='http://www.reblinks.com/profile.aspx?uri=http%3a%2f%2fwww.google.com%2freader%2fpublic%2fatom%2fuser%2f15038608225641683163%2flabel%2fResensi%2520Buku'&gt;"Resensi Buku" via cs in Google Reader&lt;/a&gt;.  Sent using &lt;a href='http://www.reblinks.com/'&gt;Reblinks&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2526473898027071812-7188854001412042193?l=booksqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/7188854001412042193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2526473898027071812&amp;postID=7188854001412042193' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/7188854001412042193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/7188854001412042193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/2010/06/kaas-willem-elschot_14.html' title='Kaas - Willem Elschot'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/TBbQ8dYb-3I/AAAAAAAABV4/W2cB9BzsKTY/s72-c/kaas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812.post-4884510480693096093</id><published>2010-06-14T18:32:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T18:31:55.667-07:00</updated><title type='text'>Kaas - Willem Elschot</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;a href='http://bukuygkubaca.blogspot.com/2010/06/kaas-willem-elschot.html'&gt;Kaas - Willem Elschot&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/TBbQ8dYb-3I/AAAAAAAABV4/W2cB9BzsKTY/s1600/kaas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 194px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/TBbQ8dYb-3I/AAAAAAAABV4/W2cB9BzsKTY/s320/kaas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482799333468011378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;No. 238&lt;br /&gt;Judul : Kaas (Keju)&lt;br /&gt;Penulis : Willem Elsschot&lt;br /&gt;Penerjemah : Jugarie Soegiarto&lt;br /&gt;Penerbit : Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;Cetakan : Mei, 2010&lt;br /&gt;Tebal : 176 hlm ; 11 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaas (Keju) adalah roman klasik pendek dari penulis Belgia, Willem Elsschot. Walau kisahnya sederhana  namun roman ini termasuk salah satu roman yang mendunia. Sejak diterbitkan tahun 1933 roman ini telah berpuluh-puluh kali dicetak ulang dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Pada tahun 2008 Kaas kembali mencuri perhatian pecinta buku setelah Dick Matena, seorang ilustrator Belanda, membuat 119 ilustrasi bedasarkan buku ini dan membuatnya menjadi sebuah roman bergambar atau kini dikenal sengan isitlah novel grafis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa sih istimewanya novel ini? Jujur saja, saya pertama kali tertarik dengan novel ini karena covernya yang minimalis dan menarik. Berwarna kuning cerah, dengan ilustrasi lelaki bertopi membawa keju edam di kedua tangannya. Judulnya juga sangat simple "Kaas" (Keju).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaas menceritakan penggalan kehidupan Frans Laarmans, seorang kerani (pegawai administrasi) General Marine and Shipbuliding Company di Antwerpen. Frans adalah seorang pegawai berusia 50 tahun yang setia terhadap pekerjaannya. Selama 30 tahun ia menjalani rutinitasnya sebagai pegawai rendahan yang cakap dan tekun terutama di bidang korespondensi dan pembukuan. Kehidupannya bersama istri dan kedua anaknyapun biasa-biasa saja dan iapun sepertinya menikmati kehidupan rutinitasnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginannya untuk merubah nasibnya baru muncul setelah ia mengenal Mijnheer Van Schoonbeke, orang kaya dan terpandang di Antwerp. Awalnya Schoonbe  mengajaknya secara rutin untuk menghadiri pertemuan rutin dengan teman-temannya dari kalangan elite. Awalnya ia merasa minder dengan lingkungan barunya itu, ia berusaha menutupi statusnya sebagai pegawai rendahan. Untunglah tak lama kemudian datang tawaran dari kawan Schoonbeke dari perusahaan Honstra asal Amsterdam untuk menjadi pedagang keju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran tersebut disambutnya dengan antusias. Namun Frans cukup berhati-hati untuk memulainya. Ia tak mau cepat-cepat melepaskan pekerjaannya, sehingga saat hendak memulai usahanya ini ia mengajukan cuti dari pekerjaannya. Dengan alasan sakit syaraf Frans memperoleh izin cuti selama tiga bulan dari tempatnya bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya ia bersemangat sekali dengan profesinya yang baru ini. Ia yakin bahwa dirinya akan menjadi pengusaha keju yang sukses. Apalagi keju adalah salah satu bahan makanan yang disuka semua orang,  tua muda, besar kecil di kalangan orang Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata berjualan keju tak semudah yang ia bayangkan, apalagi ia sama sekali tak memiliki pengalaman untuk menjadi seorang wirausaha.  10.000 ton keju yang dipercayakan padanya tak juga laku-laku.  Ia mulai khawatir dan gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelisahannya semakin memuncak ketika ia mendapat kabar bahwa  bos kejunya Mijnheer Hornsta akan datang untuk mengetahui perkembangan penjualannya. Frans menjadi panik, ia ketakutan setengah mati dan mencoba untuk bersembunyi ketika bos kejunya datang untuk menemuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau kisahnya sederhana dan tak ada konflik yang berbelit-belit ini namun di tangan Willem Elschoot konflik yang diangkat dari peristiwa sederhana ini menjadi menarik dimana drama kehidupan akan tersaji secara lucu, sinis,  sekaligus getir. Di sini Elschhot mengeksplorasi karakter Frans Leehman  dengan apik sehingga pembaca bisa ikut merasakan pergolakan emosi yang dialami oleh si penjual keju ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elschoot tampak pandai membangun karakter Frans secara sabar, mendetail namun tidak terkesan bertele-tele. Semua disajikan secara wajar dan tidak berlebihan. Pembaca diajak merasakan naik turunnya emosi Frans seiring dengan perkembangan usahanya. Ada kalanya pembaca dibuat optimis dengan sikap hidup Frans, namun pembaca juga dibuat gemas ketika bagaimana Frans terlalu memusingkan hal-hal kecil seperti mencari nama perusahaan, mempermasalahkan kop surat, furniture untuk kantor barunya, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya pergulatan batin Frans yang diketengahkan Elschoot dalam karyanya ini, namun situasi sosial masyarakat Eropa di tahun 30-an lengkap dengan intrik-intrik di dunia perdagangan juga akan terungkap di novel pendek ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata novel ini menarik untuk dibaca, melalui kisah Frans Leehman kita diajak mendalami perjuangan seorang tokoh sederhana untuk merubah nasibnya.  Novel ini memang berakhir dengan getir namun bukan berarti membuat pembacanya pesimis. Inilah realita yang mungkin saja bisa terjadi pada siapapun. Dalam mencoba sesuatu yang baru guna meraih kehidupan yang lebih baik,  kesuksesan maupun kegagalan memiliki peluang yang sama. Elschoot memilih memaparkan sisi kegagalan dari kisah yang dibangunnya ini sehingga pembaca bisa belajar dari kegagalan si penjual keju ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Willem Elsschot merupakan nama samaran Alfons Jozef de Ridder (1882-1960).  Pria kelahiran Antwerpen, Belgia ini sempat melakukan berbagai pekerjaan sebelum akhirnya mendirikan biro iklan sambil menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman hidupnya yang berganti-ganti pekerjaan dan menjalani bisnis biro iklannya ini rupanya menjadi inspirasi karya-karyanya yang banyak mengambil tema bisnis dan kehidupan keluarga. Gaya menulisnya memiliki cirri deskripsi yang mendetail dan sedikit sinisme. Karya-karyanya yang paling terkenal adalah Lijmen (1924), Kaas (1933), Tjisp (1934), dan Het Been (1938). Willem Elscschot meninggal di Antwerpen, belgia pada 1960. Setelah kematiannya, ia menerima penggargaan sastra nasional Belgia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaas adalah karya pertama Elschoot yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, hal  ini merupakan proyek kerjasama antara penerbit Gramedia Pustaka Utama dengan Erasmus Huis dan Erasmus Dutch Language Centre (Jakarta) dalam rangka 40 tahun lembaga kebudayaan Belanda Erasmus Huis Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah diungkapkan di atas, novel Kaas juga telah dibuat versi komiknya. Semoga Gramedia juga kelak akan menerjemahkan dan menerbitkan versi komiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@htanzil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menikmati guratan Dick Mantena dalam mengadaptasi Kaas dalam bentuk novel grafis silahkan klik link dibawah ini :&lt;br /&gt;http://www.deburen.eu/en/events/detail/willem-elsschot-kaas-a-graphic-novel-by-dick-matena&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18862425-4517409502135613392?l=bukuygkubaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tuesday, June 15, 2010 12:51:00 AM - &lt;a href='http://bukuygkubaca.blogspot.com/2010/06/kaas-willem-elschot.html'&gt;Link&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='font-size:x-small;'&gt;Click &lt;a rel='nofollow' href='http://www.reblinks.com/email.aspx?email=quallesqy.buku@blogger.com&amp;rss=http%3a%2f%2fbukuygkubaca.blogspot.com%2ffeeds%2fposts%2fdefault%3falt%3drss&amp;delete=f129f11f350742a089d81ec807f7d7b3'&gt;here&lt;/a&gt; to unsubscribe  from &lt;a href='http://www.reblinks.com/profile.aspx?uri=http%3a%2f%2fbukuygkubaca.blogspot.com%2ffeeds%2fposts%2fdefault%3falt%3drss'&gt;BUKU YANG KUBACA&lt;/a&gt;.  Sent using &lt;a href='http://www.reblinks.com/'&gt;Reblinks&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2526473898027071812-4884510480693096093?l=booksqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/4884510480693096093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2526473898027071812&amp;postID=4884510480693096093' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/4884510480693096093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/4884510480693096093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/2010/06/kaas-willem-elschot.html' title='Kaas - Willem Elschot'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/TBbQ8dYb-3I/AAAAAAAABV4/W2cB9BzsKTY/s72-c/kaas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812.post-1450685565634412028</id><published>2010-05-30T23:55:00.001-07:00</published><updated>2010-05-30T23:55:46.524-07:00</updated><title type='text'>The Man Who Loved Books Too Much</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;a href='http://bukuygkubaca.blogspot.com/2010/05/man-who-loved-books-too-much.html'&gt;The Man Who Loved Books Too Much&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/TANP182kgII/AAAAAAAABVY/b5cGOmbsXFY/s1600/the+Man+who+loves.jpg"&gt;&lt;img style="margin:0pt 10px 10px 0pt;float:left;width:164px;height:260px" src="http://1.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/TANP182kgII/AAAAAAAABVY/b5cGOmbsXFY/s320/the+Man+who+loves.jpg" alt="" border="0"&gt;&lt;/a&gt;Judul : The Man Who Loved Books Too Much&lt;br&gt;Penulis : Allison Hoover Bartlett&lt;br&gt;Penerjemah : Lulu Fitri Rahman&lt;br&gt;Penerbit : Pustaka Alvabet&lt;br&gt;Edisi : April 2010&lt;br&gt;&lt;span style="font-size:12"&gt;&lt;span style="font-size:100%"&gt;Tebal : xvi + 282 halaman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;John Gilkey, adalah seorang pecinta buku sekaligus kolektor buku-buku sastra edisi pertama, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;obsesi utamanya adalah memiliki edisi pertama buku-buku sastra dunia yang tertera dalam daftar 100 novel terbaik abad ke 21 versi Modern Library.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tak mudah memang untuk memperoleh buku-buku edisi pertama tersebut, apalagi buku-buku sastra terkenal di paruh pertama abad ke&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;21,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;selain langka kalaupun ada maka buku itu nilanya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bisa mencapai ratusan ribu dolar.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Gilkey bukanlah seorang pengusaha kaya yang mampu membelanjakan uangnya untuk memperoleh buku-buku tersebut, ia hanyalah pegawai biasa, namun ia tak menyerah dengan keterbatasan dananya. Alih-alih mengumpulkan uang untuk membeli buku-buku langka ia bertekad untuk mencurinya ! Pilhannya untuk mencuri buku itu dilandasi oleh&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ketidakadilan yang dirasakannya jika dia tak sanggup memiliki buku-buku tersebut sementara orang lain bisa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kiprah Gilkey sebagai seorang pencuri buku membuatnya menjadi pencuri yang paling terkenal di seantero Amerika. Caranya sangat sederhana, ia tak perlu mengendap-ngendap ke berbagai toko buku antik untuk mencuri buku.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Cukup dengan menggunakan nomor kartu kredit yang diperolehnya saat ia menjadi &lt;span&gt; &lt;/span&gt;pegawai di sebuah toko pakaian mewah, Gilkey menelpon toko buku dan memesan buku yang diinginkannya. Menjelang toko tersebut tutup ia mengambil sendiri buku pesanannya dengan mengaku sebagai orang suruhan dari pemesan buku tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di sisi yang lain, Ken Sanders, salah seorang agen buku yang juga menjadi &lt;span&gt;Ketua Keamanan ABAA, (asosiasi penjual buku antik Amerika) sangat terobsesi untuk menangkap Gilkey, ia rela mengubah profesinya sebagai penjual buku antik untuk menjadi seorang &lt;i&gt;bibiliodic&lt;/i&gt;, semacam detektif swasta yang mengkhususkan diri menangani kasus pencurian buku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Kisah bagaimana sepak terjang John Gilkey dalam mencuri buku dan bagaimana Ken Sanders berusaha untuk menangkap Gikley inilah yang dituturkan secara menarik oleh Allison Hoover Bartlet, seorang jurnalis yang tulisan-tulisannya sering muncul di media-media terkemuka dunia seperti New York Times, Washington Post, Salon.com, dll.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Ketertarikan Allison untuk menulis kisah tentang Gilkey dan Sanders ini sendiri berawal ketika dirinya menerima bungkusan berisi sebuah buku antik berjudul "Kratuterbuch" (buku tanaman) terbitan tahun 1630.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Ketertarikannya akan buku tersebut membuatnya ia mencari data mengenai asal-usul buku tersebut yang pada akhirnya menghantarnya pada kisah-kisah mengenai pencurian buku. Dalam beberapa kisah pencurian buku itulah akhirnya ia menemukan referensi mengenai Ken Sanders yang akan membawanya pada sepak terjang Gilkey si pencuri buku. Sejak itulah Allison berhasrat untuk menulis artikel tentang John Gilkey.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Apa yang dilakukan Allison tak sekedar riset pustaka belaka, namun ia juga melakukan serangkaian wawancara baik pada Ken Sanders sang detektif buku maupun pada Ginkley si pencuri buku, sehingga apa yang ditulisnya ini&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;merupakan hasil peliputan jurnalistik yang benar-benar seimbang, mendetail, valid dan kaya akan kilasan-kilasan menarik mengenai dunia buku-buku antik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kepiawaian Bartelt dalam melakukan investigasi membuat karakter kedua tokoh ini benar-benar tereksplorasi dan tersaji secara gamblang. Selain mewawancarai Gilkey dan Sanders, Alisson juga melakukan wawancara dengan orang Tua Gilkey untuk mencari tahu apakah ada pengaruh keluarga dan masa lalunya yang membuat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Gilkey menjadi seorang pencuri buku.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apa yang dilakukan Allison dengan mewawancarai Ginkley hingga ke penjara dan pertemuannya yang intnes dengannya bukanlah hal yang sia-sia karena pada akhirnya Gilkey menceritakan secara blak-blakan padanya baik itu cara-cara dia mencuri buku maupun motif apa yang ada dibalik usahanya untuk mencuri buku.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam bukunya ini, Allison tak sekedar menyajikan kisah dramatis &lt;span&gt; &lt;/span&gt;bagaimana lika liku Gilkey melakukan pencurian buku atau bagaimana usaha Ken Sanders &lt;span&gt; &lt;/span&gt;menangkapnya dan menjebloskannya ke penjara.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Allison juga memasukkan kisah dirinya, bagaimana gentarnya dirinya ketika harus berhadapan dengan si pencuri buku atau dilema yang dihadapi apakah ia harus melaporkannya kepada polisi atau tidak ketika Gilkey menceritakan semua yang pernah dilakukannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selain itu yang tak kalah menariknya, di buku ini &lt;span&gt; &lt;/span&gt;akan tersaji pula berbagai hal mengenai dunia buku antik yang begitu memesona. Dalam buku ini akan terungkap harga-harga buku edisi pertama yang harganya bisa mencapai ratusan ribu dolar, bagaimana cara menilai buku antik hanya bedasarkan sentuhan dan aroma baunya, bagaimana jaket buku ternyata sangat berpengaruh pada nilai sebuah buku dan sebagainya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Detailnya Allisson dalam memaparkan semua hasil investigasinya ini memang baik, namun bagi mereka yang tak terbiasa membacanya mungkin agak sedikit menimbulkan kejenuhan, untungnya Allisson tak terjebak dalam untuk menyajikan data-data menegnai buku-buku antik &lt;span&gt; &lt;/span&gt;hasil investigasinya namun ia juga menyelipkan berbagai kisah para penggila buku yang sangat inspiratif.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam hal perilaku para penggila buku, Allison juga menyertakan berbagai penggalan kisah tokoh-tokoh terkenal seperti Henry Huntington, pemilik The Huntington Library Museum, seorang taipan rel kereta api yang pernah membelanjakan $ 1.9 juta dalam sebuah lelang buku, lalu ada pula Thomas Jefferson Fitz, professor botani yang rumahnya dipenuhi oleh 90 ton buku koleksinya. Selain itu ada juga kisah pencuri buku Gugliemo Libri (1803-1869) seorang bangsawan Perancis yang bertugas membuat katalog buku-buku di Perpustakaan-perpustakaan Perancis yang akhirnya ketahuan telah menukar buku-buku berharga di perpustakaan dengan buku yang kurang berharga. Ketika Libri dihukum 10 tahun penjara koleksi bukunya bernilai 6500 franc atau setara dengan 1.56 juta Euro di masa kini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kesemua kisah-kisah tadi digambarkan Allison dengan narasi yang menarik sehingga membuat pembaca buku ini akan berdecak kagum pada kekayaan koleksi mereka dan penghargaan mereka akan buku-buku bernilai tinggi.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kesemua kisah ini bukan tak mungkin akan menjadi inspirasi bagi pembaca untuk memulai mengoleksi buku-buku yang berharga.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Secara keseluruhan , saya rasa Allison berhasil membuat sebuah karya &lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang menarik bagi pembacanya, ia berhasil mengundang rasa ingin tahu pembacanya akan dunia buku antik, kasus-kasus pencurian buku dan intrik-intrik dalam dunia perdagangan buku antik terungkap dengan gamblang. Selain itu, catatan kaki yang dilampirkan Allison pada buku ini juga dapat menambah wawasan pembacanya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dengan segala keistimewaan dari buku ini tak heran jika Library Journal menetapkan buku ini sebagai salah satu buku terbaiknya. Adapun cikal bakal buku ini yaitu artikel mengenai John Gilkey yang dibuat Allison untuk San Fracisco Magazine memperoleh penghargaan sebagai Best American Reporting 2007 &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagi seorang pecinta buku, buku ini sepertinya bisa menjadi buku yang wajib dibaca. Tak berlebihan jika dikatakan bahwa buku ini juga bisa memberi inspirasi akan pentingnya mengoleksi buku, terutama buku-buku sastra edisi pertama. Selain itu buku ini juga akan membawa pembacanya pada pengenalan pertama akan dunia buku antik.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kisah Ginkley dan Sanders dan kisah-kisah para penggila buku dalam buku ini juga pada akhirnya akan membuka mata kita bahwa kegilaan atau obsesi seseorang terhadap buku itu dapat sedemikian dahsyatnya sehingga membuat sebagian orang rela mempertaruhkan apa saja demi memiliki sebuah buku yang mereka sukai.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dari buku ini kita juga &lt;span&gt; &lt;/span&gt;akan melihat bahwa di negara yang telah mengenal budaya baca dan tulis lebih awal dari kita, penghargaan akan buku itu begitu tingginya. Penghormatan terhadap sebuah buku menjadikan buku-buku yang terbit puluhan hingga ratusan tahun yang lampau walau mungkin isinya tak relevan lagi tetap menjadikan buku-buku itu tetap bertahan keberadaannya dari abad ke abad.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;@htanzil&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;img width="1" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18862425-1988203194698047034?l=bukuygkubaca.blogspot.com" alt=""&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Monday, May 31, 2010 5:55:00 AM - &lt;a href='http://bukuygkubaca.blogspot.com/2010/05/man-who-loved-books-too-much.html'&gt;Link&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='font-size:x-small;'&gt;Click &lt;a rel='nofollow' href='http://www.reblinks.com/email.aspx?email=quallesqy.buku@blogger.com&amp;rss=http%3a%2f%2fwww.google.com%2freader%2fpublic%2fatom%2fuser%2f15038608225641683163%2flabel%2fResensi%2520Buku&amp;delete=a37852a2eb1a426792d2a1ffd0b4c25f'&gt;here&lt;/a&gt; to unsubscribe  from &lt;a href='http://www.reblinks.com/profile.aspx?uri=http%3a%2f%2fwww.google.com%2freader%2fpublic%2fatom%2fuser%2f15038608225641683163%2flabel%2fResensi%2520Buku'&gt;"Resensi Buku" via cs in Google Reader&lt;/a&gt;.  Sent using &lt;a href='http://www.reblinks.com/'&gt;Reblinks&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2526473898027071812-1450685565634412028?l=booksqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/1450685565634412028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2526473898027071812&amp;postID=1450685565634412028' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/1450685565634412028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/1450685565634412028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/2010/05/man-who-loved-books-too-much_30.html' title='The Man Who Loved Books Too Much'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/TANP182kgII/AAAAAAAABVY/b5cGOmbsXFY/s72-c/the+Man+who+loves.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812.post-1626315259610736651</id><published>2010-05-30T23:48:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T23:47:57.291-07:00</updated><title type='text'>The Man Who Loved Books Too Much</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;a href='http://bukuygkubaca.blogspot.com/2010/05/man-who-loved-books-too-much.html'&gt;The Man Who Loved Books Too Much&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/TANP182kgII/AAAAAAAABVY/b5cGOmbsXFY/s1600/the+Man+who+loves.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 164px; height: 260px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/TANP182kgII/AAAAAAAABVY/b5cGOmbsXFY/s320/the+Man+who+loves.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477309360099328130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul : The Man Who Loved Books Too Much&lt;br /&gt;Penulis : Allison Hoover &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bartlett&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;br /&gt;Penerjemah : Lulu Fitri Rahman&lt;br /&gt;Penerbit : Pustaka Alvabet&lt;br /&gt;Edisi : April 2010&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tebal : xvi + 282 halaman&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;John Gilkey, adalah seorang pecinta buku sekaligus kolektor buku-buku sastra edisi pertama, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;obsesi utamanya adalah memiliki edisi pertama buku-buku sastra dunia yang tertera dalam daftar 100 novel terbaik abad ke 21 versi Modern Library.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tak mudah memang untuk memperoleh buku-buku edisi pertama tersebut, apalagi buku-buku sastra terkenal di paruh pertama abad ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;21,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selain langka kalaupun ada maka buku itu nilanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa mencapai ratusan ribu dolar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gilkey bukanlah seorang pengusaha kaya yang mampu membelanjakan uangnya untuk memperoleh buku-buku tersebut, ia hanyalah pegawai biasa, namun ia tak menyerah dengan keterbatasan dananya. Alih-alih mengumpulkan uang untuk membeli buku-buku langka ia bertekad untuk mencurinya ! Pilhannya untuk mencuri buku itu dilandasi oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketidakadilan yang dirasakannya jika dia tak sanggup memiliki buku-buku tersebut sementara orang lain bisa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kiprah Gilkey sebagai seorang pencuri buku membuatnya menjadi pencuri yang paling terkenal di seantero Amerika. Caranya sangat sederhana, ia tak perlu mengendap-ngendap ke berbagai toko buku antik untuk mencuri buku.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Cukup dengan menggunakan nomor kartu kredit yang diperolehnya saat ia menjadi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pegawai di sebuah toko pakaian mewah, Gilkey menelpon toko buku dan memesan buku yang diinginkannya. Menjelang toko tersebut tutup ia mengambil sendiri buku pesanannya dengan mengaku sebagai orang suruhan dari pemesan buku tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di sisi yang lain, Ken Sanders, salah seorang agen buku yang juga menjadi &lt;span class="reviewtext"&gt;Ketua Keamanan ABAA, (asosiasi penjual buku antik Amerika) sangat terobsesi untuk menangkap Gilkey, ia rela mengubah profesinya sebagai penjual buku antik untuk menjadi seorang &lt;i style=""&gt;bibiliodic&lt;/i&gt;, semacam detektif swasta yang mengkhususkan diri menangani kasus pencurian buku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="reviewtext"&gt;Kisah bagaimana sepak terjang John Gilkey dalam mencuri buku dan bagaimana Ken Sanders berusaha untuk menangkap Gikley inilah yang dituturkan secara menarik oleh Allison Hoover Bartlet, seorang jurnalis yang tulisan-tulisannya sering muncul di media-media terkemuka dunia seperti New York Times, Washington Post, Salon.com, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="reviewtext"&gt;Ketertarikan Allison untuk menulis kisah tentang Gilkey dan Sanders ini sendiri berawal ketika dirinya menerima bungkusan berisi sebuah buku antik berjudul "Kratuterbuch" (buku tanaman) terbitan tahun 1630.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketertarikannya akan buku tersebut membuatnya ia mencari data mengenai asal-usul buku tersebut yang pada akhirnya menghantarnya pada kisah-kisah mengenai pencurian buku. Dalam beberapa kisah pencurian buku itulah akhirnya ia menemukan referensi mengenai Ken Sanders yang akan membawanya pada sepak terjang Gilkey si pencuri buku. Sejak itulah Allison berhasrat untuk menulis artikel tentang John Gilkey.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="reviewtext"&gt;Apa yang dilakukan Allison tak sekedar riset pustaka belaka, namun ia juga melakukan serangkaian wawancara baik pada Ken Sanders sang detektif buku maupun pada Ginkley si pencuri buku, sehingga apa yang ditulisnya ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan hasil peliputan jurnalistik yang benar-benar seimbang, mendetail, valid dan kaya akan kilasan-kilasan menarik mengenai dunia buku-buku antik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kepiawaian Bartelt dalam melakukan investigasi membuat karakter kedua tokoh ini benar-benar tereksplorasi dan tersaji secara gamblang. Selain mewawancarai Gilkey dan Sanders, Alisson juga melakukan wawancara dengan orang Tua Gilkey untuk mencari tahu apakah ada pengaruh keluarga dan masa lalunya yang membuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gilkey menjadi seorang pencuri buku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apa yang dilakukan Allison dengan mewawancarai Ginkley hingga ke penjara dan pertemuannya yang intnes dengannya bukanlah hal yang sia-sia karena pada akhirnya Gilkey menceritakan secara blak-blakan padanya baik itu cara-cara dia mencuri buku maupun motif apa yang ada dibalik usahanya untuk mencuri buku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam bukunya ini, Allison tak sekedar menyajikan kisah dramatis &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bagaimana lika liku Gilkey melakukan pencurian buku atau bagaimana usaha Ken Sanders &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menangkapnya dan menjebloskannya ke penjara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allison juga memasukkan kisah dirinya, bagaimana gentarnya dirinya ketika harus berhadapan dengan si pencuri buku atau dilema yang dihadapi apakah ia harus melaporkannya kepada polisi atau tidak ketika Gilkey menceritakan semua yang pernah dilakukannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selain itu yang tak kalah menariknya, di buku ini &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;akan tersaji pula berbagai hal mengenai dunia buku antik yang begitu memesona. Dalam buku ini akan terungkap harga-harga buku edisi pertama yang harganya bisa mencapai ratusan ribu dolar, bagaimana cara menilai buku antik hanya bedasarkan sentuhan dan aroma baunya, bagaimana jaket buku ternyata sangat berpengaruh pada nilai sebuah buku dan sebagainya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Detailnya Allisson dalam memaparkan semua hasil investigasinya ini memang baik, namun bagi mereka yang tak terbiasa membacanya mungkin agak sedikit menimbulkan kejenuhan, untungnya Allisson tak terjebak dalam untuk menyajikan data-data menegnai buku-buku antik &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hasil investigasinya namun ia juga menyelipkan berbagai kisah para penggila buku yang sangat inspiratif.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam hal perilaku para penggila buku, Allison juga menyertakan berbagai penggalan kisah tokoh-tokoh terkenal seperti Henry Huntington, pemilik The Huntington Library Museum, seorang taipan rel kereta api yang pernah membelanjakan $ 1.9 juta dalam sebuah lelang buku, lalu ada pula Thomas Jefferson Fitz, professor botani yang rumahnya dipenuhi oleh 90 ton buku koleksinya. Selain itu ada juga kisah pencuri buku Gugliemo Libri (1803-1869) seorang bangsawan Perancis yang bertugas membuat katalog buku-buku di Perpustakaan-perpustakaan Perancis yang akhirnya ketahuan telah menukar buku-buku berharga di perpustakaan dengan buku yang kurang berharga. Ketika Libri dihukum 10 tahun penjara koleksi bukunya bernilai 6500 franc atau setara dengan 1.56 juta Euro di masa kini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kesemua kisah-kisah tadi digambarkan Allison dengan narasi yang menarik sehingga membuat pembaca buku ini akan berdecak kagum pada kekayaan koleksi mereka dan penghargaan mereka akan buku-buku bernilai tinggi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kesemua kisah ini bukan tak mungkin akan menjadi inspirasi bagi pembaca untuk memulai mengoleksi buku-buku yang berharga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Secara keseluruhan , saya rasa Allison berhasil membuat sebuah karya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang menarik bagi pembacanya, ia berhasil mengundang rasa ingin tahu pembacanya akan dunia buku antik, kasus-kasus pencurian buku dan intrik-intrik dalam dunia perdagangan buku antik terungkap dengan gamblang. Selain itu, catatan kaki yang dilampirkan Allison pada buku ini juga dapat menambah wawasan pembacanya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dengan segala keistimewaan dari buku ini tak heran jika Library Journal menetapkan buku ini sebagai salah satu buku terbaiknya. Adapun cikal bakal buku ini yaitu artikel mengenai John Gilkey yang dibuat Allison untuk San Fracisco Magazine memperoleh penghargaan sebagai Best American Reporting 2007 &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bagi seorang pecinta buku, buku ini sepertinya bisa menjadi buku yang wajib dibaca. Tak berlebihan jika dikatakan bahwa buku ini juga bisa memberi inspirasi akan pentingnya mengoleksi buku, terutama buku-buku sastra edisi pertama. Selain itu buku ini juga akan membawa pembacanya pada pengenalan pertama akan dunia buku antik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kisah Ginkley dan Sanders dan kisah-kisah para penggila buku dalam buku ini juga pada akhirnya akan membuka mata kita bahwa kegilaan atau obsesi seseorang terhadap buku itu dapat sedemikian dahsyatnya sehingga membuat sebagian orang rela mempertaruhkan apa saja demi memiliki sebuah buku yang mereka sukai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari buku ini kita juga &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;akan melihat bahwa di negara yang telah mengenal budaya baca dan tulis lebih awal dari kita, penghargaan akan buku itu begitu tingginya. Penghormatan terhadap sebuah buku menjadikan buku-buku yang terbit puluhan hingga ratusan tahun yang lampau walau mungkin isinya tak relevan lagi tetap menjadikan buku-buku itu tetap bertahan keberadaannya dari abad ke abad.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;@htanzil&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18862425-1988203194698047034?l=bukuygkubaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Monday, May 31, 2010 5:55:00 AM - &lt;a href='http://bukuygkubaca.blogspot.com/2010/05/man-who-loved-books-too-much.html'&gt;Link&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='font-size:x-small;'&gt;Click &lt;a rel='nofollow' href='http://www.reblinks.com/email.aspx?email=quallesqy.buku@blogger.com&amp;rss=http%3a%2f%2fbukuygkubaca.blogspot.com%2ffeeds%2fposts%2fdefault%3falt%3drss&amp;delete=f129f11f350742a089d81ec807f7d7b3'&gt;here&lt;/a&gt; to unsubscribe  from &lt;a href='http://www.reblinks.com/profile.aspx?uri=http%3a%2f%2fbukuygkubaca.blogspot.com%2ffeeds%2fposts%2fdefault%3falt%3drss'&gt;BUKU YANG KUBACA&lt;/a&gt;.  Sent using &lt;a href='http://www.reblinks.com/'&gt;Reblinks&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2526473898027071812-1626315259610736651?l=booksqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/1626315259610736651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2526473898027071812&amp;postID=1626315259610736651' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/1626315259610736651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/1626315259610736651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/2010/05/man-who-loved-books-too-much.html' title='The Man Who Loved Books Too Much'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/TANP182kgII/AAAAAAAABVY/b5cGOmbsXFY/s72-c/the+Man+who+loves.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812.post-8019888836662884992</id><published>2010-05-23T23:05:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T23:08:41.731-07:00</updated><title type='text'>Entrok - Okky Madasari</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;a href='http://bukuygkubaca.blogspot.com/2010/05/entrok-okky-madasari.html'&gt;Entrok - Okky Madasari&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/S_oR5z7_0MI/AAAAAAAABVI/G7Gi4cEoUNQ/s1600/Entrok.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 162px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/S_oR5z7_0MI/AAAAAAAABVI/G7Gi4cEoUNQ/s320/Entrok.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474707981914329282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;236.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Judul : Entrok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Okky Madasari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Penerbit : Gramedia Pustaka Utama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Cetakan : I, April 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tebal : 282 hlm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Novel ini memiliki judul yang unik "Entrok" , hal ini membuat banyak orang penasaran apa itu Entrok?. Covernya yang unik dengan ilustrasi punggung seorang wanita yang sedang membuka pakaian dalammya sebenarnya sudah merupakan petunjuk yang diberikan oleh penulis dan penerbitnya. Ya, Entrok adalah pakaian dalam wanita, atau kutang, atau bra yang dikenakan para wanita di masa lampau. Sebutan Entrok ini sendiri sepertinya saat ini sudah jarang dipergunakan Lalu kisah apa yang akan dituturkan penulisnya dengan judul Entrok ini ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Novel&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Entrok merupakan kisah kehidupan dua orang perempuan Sumarni, yang biasa dipanggil Marni dan anaknya, Rahayu. Marni adalah seorang perempuan pemuja leluhur (animisme) yang ulet untuk meraih apa yang diinginkannya, karakternya ini mulai terbentuk sejak ia beranjak remaja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika payudaranya mulai menyembul timbullah keinginan untuk memiliki Entrok &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(pakaian dalam perempuan) seperti yang dimiliki oleh teman sebayanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Keinginannya yang sederhana ini menjadi tak masuk akal karena sebagai keluarga miskin yang tinggal bersama ibunya yang hanya seorang buruh pengupas singkong &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;membuat Entrok menjadi barang yang mewah dan tak terbeli. Namun Marni tak menyerah dengan keadaannya. Ia rela menjadi kuli angkut di pasar agar bisa mendapat uang untuk membeli Entrok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Akhirnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Marni berhasil membeli sebuah Entrok, pengalamannya ini &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;membentuk persepsi pada dirinya bahwa sebuah mimpi bisa diraihnya asal mau berusaha dan bekerja keras. Hal inilah yang membentuknya menjadi wanita ulet yang tak menyerah bergitu saja pada segala keterbatasannya. Kisah Marni terus bergulir, ia menikah dan mempunyai seorang anak. Sayangnya suaminya seorang pemalas, dan doyan bermain perempuan, dengan demikian Marnilah yang mencari nafkah dan menjadi tulang punggung keluarga. Ia terus bekerja, mulai dari buruh pengupas singkong, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kuli angkut, penjual panci hingga akhirnya menjadi seorang rentenir yang kaya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Profesi Marni &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sebagai seorang rentenir memang membuatnya menjadi kaya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;namun ia harus menanggung cemoohan orang yang mencapnya sebagai lintah darat. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun Marni tetap bergeming, ia terus menjalankan usahanya karena menurutnya apa yang dilakukannya tidaklah bersalah malah justru menolong orang-orang yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membutuhkan uang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selain itu kepercayaan Marni yang masih memuja leluhurnya dengan sesajen-sesajen membuat ia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dicurigai &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bersekutu dengan iblis, melakukan pesugihan, memelihara tuyul agar bisa memperoleh kekayaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Adapun Rahayu dikisahkan sebagai wanita yang cerdas, berpendidikan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan taat dalam menjalankan ibadah agamanya. Semakin dewasa ketika menyadari bahwa ibunya seorang rentenir dan pemujaan terhadap leluhur yang dianggapnya musrik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membuat ia memberontak terhadap ibunya sendiri. Puncaknya adalah ketika ia memutuskan untuk menikah dengan seorang pria beristri dan pergi meninggalkan ibunya. Semenjak menikah hubungan dengan Rahayu dan ibunya menjadi terputus karena ia tak pernah memberi kabar pada kedua orang tuanya. Rahayu dan suaminya kemudian bergabung dalam kelompok dakwah yang membela penduduk yang tanahnya hendak tergusur oleh proyek bendungan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dari narasi dua perempuan, Marni dan Rahayu lah kisah Entrok terbangun dimana kedua tokoh ini menjadi naratornya secara bergantian. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sebenarnya kisah dalam novel ini sederhana yaitu perjalanan hidup dua wanita yang penuh perjuangan melawan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan. Yang membuat novel ini menarik adalah munculnya beberapa tema besar yang mewarnai novel ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yaitu &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;tema feminisme, pluralisme, politik, profesi, kepercayaan, serta agama. Menariknya walau memiliki beberapa tema namun semua tema itu terawi secara baik sehingga menghasilkan kisah yang utuh dan mengalir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Nuansa feminisme merebak di lembar-lembar awal novel ini dimana akan telihat dengan jelas bahwa berbeda dengan buruh pria yang mendapat upah berupa uang buruh-buruh perempuan di pasar tidak diupahi dengan uang melainkan dengan bahan makanan, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hal ini menyiratkan bahwa tenaga pria lebih dihargai dibanding tenaga wanita. Suka atau tidak suka hal ini masih banyak terjadi di pabrik-pabrik kita dimana buruh wanita dibayar lebih rendah dibanding buruh pria.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Selain tema feminisme, tema sosial politik dan pluralisme tampaknya merupakan tema yang paling dominan mewarnai kisah Marni dan Rahayu. Dalam novel ini situasi sosial dan politik dilihat dari sudut pandang rakyat kecil yang diwakili oleh Marni dan Rahayu. Ketika Marni sukses saat itu merupakan masa keemasan bagi pemerintahan yang didominasi oleh militer dimana dengan wewenang teritorialnya militer menjadi penguasa,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyusup masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat. Dengan dalih sebagai penjaga kemanan, para oknum tentara meminta 'upeti' pada mereka yang berduit. Demikian pula dengan Marni,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;demi kelangsungan usahanya, dua minggu sekali ia harus membayar upeti pada orang-orang berseragam dan hal ini terus berlangsung seumur hidupnya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Inilah masa dimana segala masalah bisa diselesaikan dengan uang dan koneksi dengan militer.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Tak hanya menangkut soal keamanan, kebebasan masyarakat untuk meyakini kepercayaannyapun dicampuri oleh negara. Tentara lagi-lagi menjadi alat yang efektif untuk mengendalikan apa agama yang harus dianut rakyatnya. Pasca pemberontakan PKI sesuatu yang berbau &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dilarang, hal ini terwakili oleh tokoh Koh Cahyadi yang harus mencantumkan agama Kristen dalam KTP nya padahal ia adalah penganut Konghucu. Barongsai yang merupakan warisan tradisi leluhurnya dilarang karena dianggap simbol PKI, Koh Cahyadi yang kedapatan bermain barongsai otomatis menjadi incaran militer&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hingga ia harus menyembunyikan dirinya dari kejaran para tentara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Jika kita mencermati berbagai peristiwa yang dialami oleh para tokohnya akan terlihat bahwa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;novel ini memang memiliki nilai dokumenter khususnya dalam ranah politik. Dengan mudah ketika membaca Entrok kita akan menemukan kronik dari berbagai peristiwa politik yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terjadi di tahun 1950-1999 misalnya soal Pemilu yang mengharuskan pemilih untuk memilih lambang tertentu, peristiwa peledakan candi Borobudur, petrus (pembunuhan misterius), polemik waduk kedungombo, dll. Hal yang menarik karena melalui novel ini kita akan diingatkan akan sejarah dan peristiwa sosial dan politik masa lampau yang mungkin nyaris kita lupakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Karakter tokoh Marni dan Rahayu tampak tereksplorasi dengan baik. Satu hal yang menarik adalah walau bertutur tentang tokoh perempuan dan ditulis oleh seorang perempuan, penulisnya tak lantas menjadikan kedua tokoh ini sebagai 'hero'. Marni dan Rahayu hanyalah perempuan biasa. Mereka digambarkan apa adanya termasuk kebaikan dan keburukannya. Marni walau perempuan yang mandiri, ulet dan tegar namun ia menyerah juga terhadap keadaan yang membuatnya menyuap tentara untuk menyelamatkan hartanya. Ia mengutuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kebisaan suap yang dilakukan para tentara namun ia tak melawan karena tak punya kuasa dan keberanian untuk melawannya. Secara moral ia bahkan jatuh dalam pelukan pria lain yang belum dinikahinya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Novel ini secara keseluruhan memang menarik, namun ada dua hal yang menjadi catatan saya. Pertama ada satu bagian kisah yang bagi saya agak terlalu mengada-ada dan sedikit berlebihan, yaitu pada bab "Kentut Kali Manggis" dimana ketika seorang penduduk desa kedapatan buang angin saat diinterogasi oleh tentara karena kedapatan bermain kartu akhirnya harus dihukum berendam di sungai semalaman. Kejadian ini diketahui oleh Rahayu dan kawan-kawan sehingga mereka berniat untuk mengungkapkan tindakan semena-mena yang dilakukan oleh oknum tentara itu ke dalam koran. Akibatnya sungguh tak terduga karena menyebabkan kematian bagi si penduduk desa yang kedapatan buang angin tersebut &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Kasus yang berawal dari main kartu dan buang angin yang menyebabkan kematian ini saya rasa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terlalu mengada-ngada. Mungkin penulis bermaksud untuk mendeskripsikan kesewenang-wenangan tentara tapi saya rasa hal ini terlalu berlebihan, andai saja kasusnya diganti dengan yang sedikit lebih kompleks maka akan terkesan lebih realistis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Kemudian dalam hal judul, judul novel ini memang menarik sekali "Entrok" mudah diingat dan membuat penasaran pembacanya akan arti dari Entrok. Entrok atau pakaian dalam wanita memang menjadi dasar dari Marni untuk meraih mimpinya tapi sayangnya kisah Entrok ini hanya terdapat di bab pertama, setelah itu Entrok tak lagi disebut-sebut. Padahal penulis bisa saja menyelipkan Entrok dalam kisah perjalanan Marni, misalnya melalui kenangan Marni akan entrok yg tiba-tiba muncul lagi ketika kesulitan menderanya, atau bisa saja dimunculkan ketika Marni memberi wejangan kepada anaknya, dll. Entrok tidak menjadi simbol dari kehidupan Marni dan Rahayu, ia hanya sebuah benda kenangan yang pernah diimpikan Marni. Karenanya maka Entrok itu sendiri seakan kurang menjiwai novel ini secara keseluruhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Terlepas dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hal di atas, novel ini menarik untuk dibaca, penulis menuturkan kisah Marni dan Rahayu dengan lancar, beberapa kalimat lokal disisipkan dalam dialog-dialognya sehingga kisahnya terasa membumi. Melalui novel ini kita akan melihat sebuah kisah bagaimana Marni dan Rahayu sama-sama tak berdaya dan menjadi korban dari orang-orang yang memiliki kuasa dan senjata. Berbagai tema sosial seperti yang telah diungkap di atas membuat novel ini memiliki keunggulan sendiri dalam merekam situasi sosial dan politik di era 50-an hingga 90-an. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dalam novel ini kita juga akan melihat bahwa walau setting novel ini terjadi berpuluh tahun yang lalu namun beberapa situasi sosial yang terungk masih &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terjadi dimasa kini sehingga masih relevan dengan situasi sekarang. Sedemikian lambatkah perubahan yang terjadi di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; khususnya mengenai isu pluralisme dan kesewenangan penguasa? Silahkan pembaca menyimpulkannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;@htanzil&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18862425-6662597658778775276?l=bukuygkubaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Monday, May 24, 2010 5:41:00 AM - &lt;a href='http://bukuygkubaca.blogspot.com/2010/05/entrok-okky-madasari.html'&gt;Link&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='font-size:x-small;'&gt;Click &lt;a rel='nofollow' href='http://www.reblinks.com/email.aspx?email=quallesqy.buku@blogger.com&amp;rss=http%3a%2f%2fbukuygkubaca.blogspot.com%2ffeeds%2fposts%2fdefault%3falt%3drss&amp;delete=f129f11f350742a089d81ec807f7d7b3'&gt;here&lt;/a&gt; to unsubscribe  from &lt;a href='http://www.reblinks.com/profile.aspx?uri=http%3a%2f%2fbukuygkubaca.blogspot.com%2ffeeds%2fposts%2fdefault%3falt%3drss'&gt;BUKU YANG KUBACA&lt;/a&gt;.  Sent using &lt;a href='http://www.reblinks.com/'&gt;Reblinks&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2526473898027071812-8019888836662884992?l=booksqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/8019888836662884992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2526473898027071812&amp;postID=8019888836662884992' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/8019888836662884992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/8019888836662884992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/2010/05/entrok-okky-madasari.html' title='Entrok - Okky Madasari'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/S_oR5z7_0MI/AAAAAAAABVI/G7Gi4cEoUNQ/s72-c/Entrok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812.post-6497890689321901439</id><published>2010-04-25T23:51:00.001-07:00</published><updated>2010-04-25T23:51:07.313-07:00</updated><title type='text'>Pelacur, Politik, dan hehehe...</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;a href='http://bukuygkubaca.blogspot.com/2010/04/pelacur-politik-dan-hehehe.html'&gt;Pelacur, Politik, dan hehehe...&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/S9U1OYlFYzI/AAAAAAAABVA/zvrGQz8YWCw/s1600/pelacur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 178px; height: 290px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/S9U1OYlFYzI/AAAAAAAABVA/zvrGQz8YWCw/s320/pelacur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464332244116398898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul : Pelacur, Politik, dan hehehe&lt;br /&gt;Penulis : Tandi Skober&lt;br /&gt;Penerbit : Kakilangit Kencana&lt;br /&gt;Cetakan : I, November 2009&lt;br /&gt;Tebal : 557 hlm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini ramai jadi polemik, mengenai syarat tidak cacat moral bagi calon kepala daerah dalam pemilihan kepala daerah. Ada yang pro ada yang kontra. Apakah tabu bagi seorang yang memiliki masa lalu hitam untuk menjadi kepala daerah? Bagi Tandi Skober, penulis senior kelahiran Indramayu 50 tahun yang silam ini syarat tersebut tidaklah berlaku. Hal tersebut terungkap dalam novelnya yang berjudul "Pelacur, Politik, dan hehehe ", dengan imajinasinya Tandi Skober tidak hanya mendudukkan seorang pelacur yang jelas-jelas dianggap memiliki moral yang hitam untuk menjadi kepala daerah, ia bahkan menjadikan seoerang pelacur kelas bawah menjadi calon presiden !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin seorang pelacur bisa dicalonkan untuk menjadi Presiden? Penasaran? Bacalah buku ini. Novel ini  menceritakan sosok seorang pelacur kali Asat – Indramayu yang bernama Sumi yang akhirnya terseret masuk ke dalam dunia politik. Sumi adalah pelacur kelas bawah yang berjuang untuk menghidupi keluarganya. Awalnya ia pelacur yang kurang dikenal, bahkan mucikarinyapun selalu meremehkannya, namun ia tak menyerah pada keadaan,  keuletannya berhasil membuat dirinya menjadi salah satu pelacur yang terkenal di Kali Asat, yang tadinya hanya bertarif puluhan ribu saja hingga akhirnya laku satu juta rupiah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemauannya untuk maju, kepercayaan dirinya yang tinggi, kemahirannya bersilat lidah, dan dewi keberuntungan yang selalu menyertainya membuat Sumi akhirnya meraih kesuksesan.  Kepopuleran Sumi akhirnya terdengar hingga ke Jakarta. Sebuah perusahaan penyedia jasa wanita bagi kalangan pejabat tertarik untuk menjadikannya asset berharga bagi perusahaaannya.  Dengan sebuah cara yang tak terduga akhirnya Sumi berhasil direkrut oleh perusahaan tersebut.  Disana ia dilatih, didandani untuk dijadikan pelacur kelas atas yang beroperasi di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dikisahkan juga dua konglomerat Kor dan Karel, walau bersahabat mereka saling bersaing, hobinya adalah melakukan judi dengan perusahaan sebagai taruhannya. Bosan dengan judi bisnis, mereka  melakukan taruhan politik. Karena saat itu sedang masa-masa menjelang pemilihan Presiden, Kor dan Karel masing-masing membentuk sebuah partai politik dan memilih seorang calon untuk menjadi kandidat presiden. Kor mendirikan Partai Nalar dengan memilih seorang intelektual nyeleneh Prof. Nurkhlilap Wahid sebagai calon Presiden, sedangkan Karel mendirikan Partai Akar Rumput dengan Sumi sebagai calon presidennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang terungkap dalam judul dan covernya yang terkesan lucu, novel ini memang merupakan novel yang bernuansa humor. Tandi Skober tampaknya berhasil menghadirkan dialog-dialog yang menggelitik  yang membuat kita bisa  tersenyum simpul hinga tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun novel ini tak hanya menyajikan kisah yang lucu dan menghibur, ada juga bagian-bagian  yang serius yang mengajak kita untuk memahami problematik kehidupan masyarakat bawah khususnya kehidupan para pelacur beserta keluarganya. Melalui kisah Sumi  ini akan terungkap bagaimana kesulitan ekonomi yang membelit keluarganya sehingga membuat kedua orang tua Sumi dengan kesadaran penuh mendorong anak-anaknya untuk menjadi seorang pelacur. Bagi mereka profesi pelacur sudah bukan lagi perbuatan nista tapi sudah menjadi semacam profesi utama bagi yang bisa menghidupi  keluarga mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam novel ini penulis juga memasukkan unsur budaya lokal setempat seperti budaya Sintren lengkap dengan legenda yang menyelimutinya. Agar lebih membumi dan menghadirkan suasana lokal penulis juga memasukkan istilah-istilah  khas Indramayu seperti tlembuk, kamitenggeng, sejatining, sumringah, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kisah kehidupan pelacur Kali Asat yang terwakili oleh karakter Sumi, kisah politik yang mewarnai novel ini juga tak kalah menarikya. Diwakili oleh tokoh Kor dan Karel novel ini seakan hendak mengungkap sisi gelap dunia politik yang penuh dengan intrik dan menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan. Lihat saja bagaimana pada akhirnya peta politik dikuasai oleh dua orang konglomerat Kor dan Karel yang dengan uang dan kekuasaannya mampu mengendalikan siapa yang berhak duduk di kursi kepresidenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya apa yang ditulis Tandi Skober dalam novelnya  ini merupakan karya yang komplit, ada kehidupan rakyat kecil lengkap dengan kritik-kirik sosial, ada budaya lokal Indramayu,  fenomena carut marut politik tanah air, kisah cinta romantis, wejangan hidup, dan lain sebagainya. Semua unsur itu diikat dalam sebuah kisah yang menarik, walau ada intrik-intrik politik namun apa yang dinarasikan tak membuat kening berkerut karena penulis mengisahkannya dengan cair dan jenaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berkisah mengenai seorang pelacur maka dialog-dialog yang menyerempet soal seks dan perilaku seksnya tentu saja menjadi tak terhindarkan, untungnya penulis tidak terjebak dalam kisah atau deskripsi seks yang vulgar, kalaupun ada adegan persetubuhan maka hal tersebut dideskripsikan dengan wajar, bahkan ketika Sumi melayani seorang pensiunan Jenderal adegan tersebut dinarasikan dengan indah. Selain itu walau dialog-dialog dan isitilah nakal betebaran disekujur novel ini hal ini justru membuat narasinya menjadi begitu hidup dan membawa pembacanya untuk lebih menyatu dengan kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian mengenai novel ini, bagi saya pribadi saya sangat enjoy membaca novel ini. Nyaris tak ada kritik dalam novel ini kecuali ada beberapa hal yang mungkin berupa kesalahan editing saja. Selebihnya tidak ada. Jadi bacalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau novel ini terkesan hanya sebagai novel yang menghibur, namun ada banyak pesan yang tampaknya disampaikan oleh Tandi Skober. Yang pasti setelah membaca novel ini saya jadi khawatir apakah peran konglomerat dalam percaturan politik di Indonesia sebesar peran Kor dan Karel dalam novel ini yang menjadikan politik sebagai permainan judi ? Jika demikian betapa mengerikannya negeri ini, semoga apa yang ditulis Pak Tandi memang hanya sekedar khayalan ya….semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@htanzil&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18862425-1013448651585889159?l=bukuygkubaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Monday, April 26, 2010 6:38:00 AM - &lt;a href='http://bukuygkubaca.blogspot.com/2010/04/pelacur-politik-dan-hehehe.html'&gt;Link&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='font-size:x-small;'&gt;Click &lt;a rel='nofollow' href='http://www.reblinks.com/email.aspx?email=quallesqy.buku@blogger.com&amp;rss=http%3a%2f%2fbukuygkubaca.blogspot.com%2ffeeds%2fposts%2fdefault%3falt%3drss&amp;delete=f129f11f350742a089d81ec807f7d7b3'&gt;here&lt;/a&gt; to unsubscribe  from &lt;a href='http://www.reblinks.com/profile.aspx?uri=http%3a%2f%2fbukuygkubaca.blogspot.com%2ffeeds%2fposts%2fdefault%3falt%3drss'&gt;BUKU YANG KUBACA&lt;/a&gt;.  Sent using &lt;a href='http://www.reblinks.com/'&gt;Reblinks&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2526473898027071812-6497890689321901439?l=booksqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/6497890689321901439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2526473898027071812&amp;postID=6497890689321901439' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/6497890689321901439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/6497890689321901439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/2010/04/pelacur-politik-dan-hehehe.html' title='Pelacur, Politik, dan hehehe...'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/S9U1OYlFYzI/AAAAAAAABVA/zvrGQz8YWCw/s72-c/pelacur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812.post-1433300267297178815</id><published>2010-04-03T10:33:00.000-07:00</published><updated>2010-04-03T10:33:04.833-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Fantasy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Drama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Type: Manga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Comedy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Action'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fantasy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiction'/><title type='text'>Tintin dan Picaros</title><content type='html'>&lt;div class="entry-author"&gt;&lt;span class="entry-author-parent"&gt;&lt;span class="entry-author-name"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="entry-likers"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry-debug"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry-annotations"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry-body"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="item-body"&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/SmqP4BV6IdI/AAAAAAAABSc/pSLSnKNXt1s/s1600-h/Tintin+dan+Picaros.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/SmqP4BV6IdI/AAAAAAAABSc/pSLSnKNXt1s/s320/Tintin+dan+Picaros.jpg" style="float: left; height: 296px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 208px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Judul :&lt;/b&gt; Tintin dan Picaros&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penulis :&lt;/b&gt; Herge&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penerjemah  :&lt;/b&gt; Anastasia Mustika W&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penerbit :&lt;/b&gt; Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cetakan :&lt;/b&gt;  Februari 2009&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tebal &lt;/b&gt;: 62 hlm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam petualangan Tintin kali  ini dikisahkan bahwa sahabatnya, Bianca Castafiore dan detektif kembar  Dupont dan Dupon ditawan oleh Jenderal Tapioka saat mereka melakukan tur  pertunjukan di San Theodoros Amerika Selatan. Mereka dimasukkan dalam  penjara atas tuduhan ingin melakukan makar terhadap pemerintahan yang  sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal tersebut, Kapten Handdock berencana  menyelamatkan Castariofe, awalnya Tintin menolak ikut berangkat karena  curiga bahwa ini adalah sebuah jebakan dari pemerintahan Jenderal  Tapioka yang dalam pengumuman resminya menyebut nama Tintin dan  kawan-kawannya sebagai kelompok yang berkerjasama dengan Jenderal  Alcazar untuk menggulingkan pemerintahan Jenderal Tapioka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  Kapten Haddcok dan Prof. Lakmus berangkat, tak lama kemudian Tintin pun  pergi menyusul ke San Theodoros. Awalnya mereka mendapat sambutan  hangat dari Jenderal Tapioka, mereka disediakan rumah yang nyaman namun  akhirnya mereka sadar bahwa rumah itu adalah penjara bagi mereka.   Untunglah ketika mereka berkunjung ke sebuah Piramid mereka berhasil  meloloskan diri ke hutan dan saat itulah Tintin dan kawan-kawannya  bertemu dengan Jenderal Alcatraz yang bersama pasukan Picarosnya sedang  bersembunyi dan menyusun kekuatan untuk menyerang Jenderal Tapioka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  lolos dari kejaran tentara Tapioka, Tintin dan Alcatraz berencana untuk  membebaskan Castafiore dan sekaligus menggulingkan pemerintahan  diktator Jenderal Tapioka.  Sayangnya pasukan Picaros yang dikomandoi  oleh Jenderal Alcatraz secara mental dan disiplin telah dirusak oleh  minuman berarkohol yang sengaja dipasok oleh Jenderal Tapioka untuk  menghancurkan pasukan Picaros.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang beranggapan bahwa  dalam Tintin dan Picaros negara San Theodoros adalah sebuah versi satire  dari sebuah negara di Amerika Selatan yang berada dibawah kekuasaan  militer  dimana kudeta militer terjadi silih berganti . Kerapnya  revolusi yang terjadi di negara tersebut membuat  eksekusi massal dengan  hukuman tembak setelah sebuah revolusi adalah sebuah tradisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herge  dengan jeli memasukkan tradisi  tersebut dalam karyanya kali ini. Dan  sikap Herge dalam tradisi miltier ini terwakili dengan jelas oleh sikap  dan pandangan Tintin. Ketika Acazar berencana untuk menembak mati  Jenderal Tapioka jika pasukannya berhasil menggulingkan pemerintan  Tapioka. Tintin segera menolak rencana itu, untungnya ia memiliki posisi  tawar yang baik  dimana ia berjanji akan menyembuhkan kebiasaan pasukan  Picaros dari mabuk-mabukan menjadi pasukan yang disiplin asal Alcazar  berjanji untuk tidak  menembak mati Jenderal Tapioka jika mereka  berhasil menggulingkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alcazar  tak punya pilihan dan  menyetujuinya karena ia sendiri menyadari tak mungkin memimpin  pasukannya ke San Theodoros jika pasukannya masih dalam keadaan  mabuk-mabukan seperti saat ini. Tintin sendiri berani menjanjikan hal  itu karena  Prof. Lakmus telah menemukan pil  yang dapat membuat  seseorang tak lagi menyukai minuman berarkohol. Dengan demikian Tintin  berhasil mendobrak tradisi militer yang telah mendarah daging di  kalangan militer San Theodoros.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini Herge juga  melakukan kritik sosial yang tajam, antara lain gambaran keadaan rakyat  selama diperintah Jenderal Tapioka dan setelah Jenderal Alcazar merebut  kekuasaan. Jika kita mencermati panel gambar di halaman 11 dan halaman  62 akan terlihat jelas bahwa siapapun yang memimpin Negara tersebut,  keadaan rakyat San Theodoros yang miskin tetap tidak berubah. Hal ini  menyiratkan bahwa penguasa boleh berganti namun jika pergantian rezim  dimaksudkan hanya untuk meraih jabatan dan kekuasaan semata, maka rakyat  tetap saja menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/Sm0UxZLu4AI/AAAAAAAABSk/Fox3Aigl0aw/s1600-h/picar1.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/Sm0UxZLu4AI/AAAAAAAABSk/Fox3Aigl0aw/s200/picar1.jpg" style="float: left; height: 193px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 171px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/Sm0XplhdLQI/AAAAAAAABSs/e3LHFBZ2GLU/s1600-h/Picar2.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/Sm0XplhdLQI/AAAAAAAABSs/e3LHFBZ2GLU/s200/Picar2.jpg" style="float: left; height: 122px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petualangan  Tintin dan Picaros merupakan kisah petualangan Tintin terakhir yang  sempat dirampungkan Herge sebelum ia wafat. Penulisan seri terakhir  ini  mungkin merupakan hal yang berat bagi Herge karena saat itu  kesehatannya semakin memburuk. Kabarnya Herge mendapat ilham untuk  menulis Tintin dan Picaros dari perjuangan Fidel Castro di Cuba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herge  mulai mengerjakan PICAROS tahun 1973 dan selesai tiga tahun berikutnya.  Seperti telah menjadi kebiasaannya untuk menggunakan referensi dari  berbagai tempat di berbagai belahan dunia sebagai setting kisahnya,  dalam Picaros ia terinpirasi oleh Piramid Maya suku Aztek, suku Indian  Brazil Harik dan perkampungan Indian Venezuela .&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2526473898027071812-1433300267297178815?l=booksqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/1433300267297178815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2526473898027071812&amp;postID=1433300267297178815' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/1433300267297178815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/1433300267297178815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/2010/04/tintin-dan-picaros.html' title='Tintin dan Picaros'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/SmqP4BV6IdI/AAAAAAAABSc/pSLSnKNXt1s/s72-c/Tintin+dan+Picaros.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812.post-4843024995043018913</id><published>2008-12-08T08:37:00.001-08:00</published><updated>2008-12-08T08:37:14.325-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Author: Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Sejarah'/><title type='text'>Sirah Nabawiyah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img style="margin: 0px 15px 0px 0px" align="left" src="http://www.mitraahmad.net/image/SIRAH NABAW Rp.85.000.jpg" /&gt;Judul: Sirah Nabawiyah &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penulis :&lt;/strong&gt; Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;ISBN :&lt;/strong&gt; 979-592-095-2 &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penerbit:&lt;/strong&gt; Pustaka Al-Kautsar&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Halaman :&lt;/strong&gt; 644 halaman &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Cetakan :&lt;/strong&gt; 20 &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tahun Terbit :&lt;/strong&gt; 2008 &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perjalanan hidup Rasulullah,adalah lautan yang luas membentang dengan kebeningan airnya yang kebiruan. Disana tersimpan pesona alami nan abadi. Tiada mata yang bosan memandang. Tiada hati yang jemu menikmati. Tiada berhenti orang yang menyelami. Karena sosok beliau, adalah pesona sepanjang masa. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebenarnya banyak buku yang mempunyai tema tentang Sejarah Nabi, tapi buku ini punya keistemewaan tersendiri yaitu menjadi juara pertama Lomba Penulisan yang diselenggarakan oleh Rabithah Alam Al-Islami. Selain itu, buku ini juga terjemahannya lumayan bagus sehingga mudah dibaca, tidak seperti kebanyakan buku-buku terjemahan lainnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kelebihan lainnya terletak pada foto dan gambar yang memudahkan bagi kita para pembaca untuk lebih mendalami dan menghayati kehidupan Nabi. Bahkan di sana ada foto Maqam Nabi di Madinah, sehingga membuat hati ini rindu ingin ke sana.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Meskipun buku ini terkesan ilmiah dan terkadang membosankan, namun sebagai referensi ilmiah, buku ini patut dijadikan rujukan. Sebab, di dalamnya banyak fakta dan data valid yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari: &lt;a title="http://penerbitanbuku.wordpress.com/2008/06/20/resensi-buku-sirah-nabawiyah/" href="http://penerbitanbuku.wordpress.com/2008/06/20/resensi-buku-sirah-nabawiyah/"&gt;penerbitanbuku.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2526473898027071812-4843024995043018913?l=booksqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/4843024995043018913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2526473898027071812&amp;postID=4843024995043018913' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/4843024995043018913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/4843024995043018913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/2008/12/sirah-nabawiyah.html' title='Sirah Nabawiyah'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812.post-3543205019161386548</id><published>2008-09-13T07:55:00.001-07:00</published><updated>2008-09-13T07:55:23.462-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Author: Martin Lings'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Author: Abu Bakr Siraj Al-Din'/><title type='text'>Muhammad, Kisah hidup nabi berdasarkan sumber klasik</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Bismillahirrohmanirrohiim.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;img title="Front Cover" style="margin: 15px 20px 15px 0px" height="195" alt="English Cover" src="http://bks8.books.google.com/books?id=gOzAGwAACAAJ&amp;amp;printsec=frontcover&amp;amp;img=1&amp;amp;zoom=1&amp;amp;sig=ACfU3U3JmN01ieprp_OAAqCxSvbThHG8wg" align="left" /&gt;&amp;#160;&lt;strong&gt;Judul :&lt;/strong&gt; Muhammad, Kisah hidup nabi berdasarkan sumber klasik (ID) / Muhammad, His Life Based on the Earliest Sources (EN)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penulis : &lt;/strong&gt;Martin Lings (Abu Bakar Siraj Al-Din)&lt;/p&gt;  &lt;h2 align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Back Cover :&lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Buku ini sungguh luar biasa. Dengan keahlian yang seolah tak tertandingi, Martin Lings menghadirkan riwayat hidup Nabi Muhammad saw. dengan narasi dan detail mengagumkan. Buku ini dinilai banyak kalangan sebagai salah satu buku biografi Rasul terbaik yang pernah diterbitkan. Hanya seorang yang berkemampuan istimewalah yang dapat menghasilkan buku sedemikian menyentuh.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Republika&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Muhammad betul-betul unik. Didasarkan pada sumber-sumber berbahasa arab dari abad ke-8 dan ke-9 buku ini mendekati dan mereportase dari orang-orang lelaki maupun perempuan yang mendengar langsung nabi Muhammad berbicara dan menyaksikan sendiri peristiwa-peristiwa dalam hidupnya. Martin Lings mampu menghadirkan kesederhanaan maupun keagungan cerita. Karena itu,&lt;img style="margin: 15px 0px 10px 10px" height="206" alt="Indonesia Cover" src="http://lh6.google.com/bunda.henny/R6xhkO2VATI/AAAAAAAAAH0/1_hnb0hI48M/buku_Muhammad%5B2%5D" width="128" align="right" /&gt; Muhammad dapat dibaca dengan sama nikmatnya baik oleh mereka yang suda akrab dengan biografi Nabi maupun para &amp;quot;pendatang baru&amp;quot; yang membacanya untuk pertama kali.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Buku ini terpilih sebagai biografi Nabi terbaik dalam bahasa Inggris pada konferensi Sirah Nasional di Islamabad tahun 1983. Sejak itu, karya ini telah dipublikasikan dalam bahasa Prancis, Italia, Spanyol, Belanda, Tamil, Arab, Jerman, Urdu dan sengkarang Indonesia. Pada tahun 1990. Setelah buku ini berhasil mencuri perhatian Universitas Al-Azhar Kairo, penulisnya menerima bintang kehormatan dari presiden Hosni Mubarak.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&amp;quot;Ketika membaca Muhammad karya Martin Lings ini, kita akan merasakan semacam efek kimia pada narasi dan komposisi bahasa yang terkombinasi dengan keakuratan serta gairah sastrawi. Lings adalah cendikiawan-penyair.&amp;quot;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Profesor Hamid Dabashi, Columbia University&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://deje.files.wordpress.com/2007/10/images.jpg" align="left" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Martin Lings&lt;/strong&gt; lahir 24 Januari 1909 dan wafat 12 Mei 2005. Setelah meraih gelar sarjana bahasa Inggris dari Oxford dan sastra Arab dari University London, cendikiawan-sejarahwan mualaf ini juga memperoleh gelar Ph.D. dari school of Oriental and African Studies (SOAS). Karya-karyanya antara lain &lt;em&gt;Religion in the Middle East. The Eleventh hour : The spiritual Crisis in the modern world in the Light of Tradition and Prophecy. &lt;/em&gt;Dan banyak artikel untuk &lt;em&gt;Studies in Comparative Religion&lt;/em&gt;, jurnal yang turut andil memperluas cakrawala dunia barat dalam memehami ketinggian Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Quallesqy :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Allahu Akbar! Cuma itu yang bisa terucap setelah selesai membaca buku ini. Martin Lings berhasil menghidupkan kembali kehidupan Rasulullah dengan sangat hidup seakan-akan beliau tengah berada di antara kita. Gaya sastra yang digunakan sangat ringan, jauh lebih ringan dari ketika kita membaca Sirah Nabawiyah, maka saya bisa berkata buku ini adalah jembatan / jalan awal sebelum kita mempelajari Islam secara lebih mendalam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Membacanya menyadarkan kita kepada kebesaran Allah yang tidak saja dibuktikan oleh Mukjizat-Mukjizat Nabi yang masih bisa kita buktikan saat ini, tetapi juga kepada sebuah skenario besar kehidupan yang kita terlibat di dalamnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mengajarkan pada kita sebuah cinta yang sesungguhnya, sebuah cinta yang agung yang melebihi kehidupan itu sendri. Sebuah pelajaran untuk mencintai Allah dan RasulNya seperti cintanya para sahabat yang lebih mencintai Allah dan RasulNya daripada Bapak dan Ibunya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillah.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2526473898027071812-3543205019161386548?l=booksqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/3543205019161386548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2526473898027071812&amp;postID=3543205019161386548' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/3543205019161386548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/3543205019161386548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/2008/09/muhammad-kisah-hidup-nabi-berdasarkan.html' title='Muhammad, Kisah hidup nabi berdasarkan sumber klasik'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812.post-8254016080944923657</id><published>2008-05-11T20:53:00.000-07:00</published><updated>2008-05-11T20:54:54.667-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Drama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Author: Habiburrahman El Shirazy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiction'/><title type='text'>Ketika Cinta Bertasbih Episode 2</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.republika.co.id/mypustaka/images/kcb-2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://www.republika.co.id/mypustaka/images/kcb-2.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: verdana;"&gt;Ketika Cinta Bertasbih Episode 2&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;                Penulis : Habiburrahman El Shirazy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;             Ukuran : 20,5x13,5 cm &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;              Harga  : Rp. 51.000,00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Novel ini merupakan kelanjutan dari KCB ( Ketika Cinta Bertasbih) Episode 1. Bagi pembaca yang sudah pernah membaca KCB 1, tentunya novel ini sangat dinanti-nanti. Kisah dan perjalanan hidup penuh cinta dan mengaduk-aduk perasaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; "Membaca novel ini mengingatkan pada buku-buku anak Balai Pustaka yang terbit pada tahun 90-an awal (waktu SD). Banyak kisah yang menceritakan perjuangan anak kampung yang sederhana, berjuang untuk mencapai keadaan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarganya- dengan bersahaja. Karakter anak yang tumbuh dengan keluarga yang pas-pasan, namun baik hati dan tidak merasa minder dengan apa yang mereka miliki", begitu kata Alifi Poerboyo, seorang Penikmat Buku, Mahasiswa PPDS-I Ilmu Bedah Anak Univ. Padjadjaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Lain halnya komentar dari Uswatun Hasanah,Spd seorang guru sastra dan bahasa Indonesia dari SMAN 1 Salatiga, "Jika Anda ingin membaca novel cinta berliku yang memotivasi dan mendidik ya dwilogi Ketika Cinta Bertasbih, inilah novelnya, sungguh bergizi dan sangat menyentuh jiwa. Saya merekomendasikannya sebagai salah satu referensi sastra mendidik yang harus dibaca oleh generasi muda. Serius !". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Dari komentar pembaca yang sudah pernah membaca novel ini mengatakan novel ini sangat mencerahkan,romantis,bergizi,memotivasi, merupakan novel dakwah karena terdapat kaidah-kaidah fikih yang ditulis dalam alur cerita yang tak mudah ditebak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2526473898027071812-8254016080944923657?l=booksqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/8254016080944923657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2526473898027071812&amp;postID=8254016080944923657' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/8254016080944923657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/8254016080944923657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/2008/05/ketika-cinta-bertasbih-episode-2.html' title='Ketika Cinta Bertasbih Episode 2'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812.post-2961024071695642886</id><published>2008-05-11T20:52:00.000-07:00</published><updated>2008-05-11T20:53:40.020-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Drama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Author: Habiburrahman El Shirazy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiction'/><title type='text'>Ketika Cinta Bertasbih ( Dwilogi Pembangun Jiwa )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.republika.co.id/mypustaka/images/ketika-cinta.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://www.republika.co.id/mypustaka/images/ketika-cinta.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Ketika Cinta Bertasbih ( Dwilogi Pembangun Jiwa )&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;                Penulis : Habiburrahman El Shirazy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;             Ukuran : 20,5x13,5 cm &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;              Harga  : Rp. 54.000,00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt; Selain mengajak untuk menyucikan jiwa, dwilogi Ketika Cinta Bertasbih ini menyadarkan apa makna prestasi yang sesungguhnya. Novel yang dahsyat dan benar-benar berbeda ! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Isyak Ibrahim Hasan, M.A., Sastrawan dan anggota DPRD Kaltim&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt; "Inilah novel motivasi yang mencerahkan. Luar biasa !, isinya saya rasakan begitu kuat memotivasi pembacanya untuk berani hidup mandiri, untuk tidak mudah menyerah, untuk terus maju meraih anugerah Allah".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Sarwedi Hasibuan, Mahasiswa Program Pascasarjana University of Malaya, Kualalumpur&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2526473898027071812-2961024071695642886?l=booksqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/2961024071695642886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2526473898027071812&amp;postID=2961024071695642886' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/2961024071695642886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/2961024071695642886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/2008/05/ketika-cinta-bertasbih-dwilogi.html' title='Ketika Cinta Bertasbih ( Dwilogi Pembangun Jiwa )'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812.post-6600636438731836852</id><published>2008-05-11T20:46:00.000-07:00</published><updated>2008-05-11T20:51:07.463-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Drama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Author: Habiburrahman El Shirazy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiction'/><title type='text'>Ayat-ayat Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.republika.co.id/mypustaka/images/AYATCINT.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://www.republika.co.id/mypustaka/images/AYATCINT.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat Cinta&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;                Penulis : Habiburrahman El Shirazy&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;               ISBN   : 979-3604-02-6 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;              Tebal  : ix+418 halaman &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;              Ukuran : 20,5 x 13,5 cm &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;              Harga  : Rp. 45.000,00&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; "Penulis novel ini berhasil menggambarkan latar (setting) sosial-budaya Timur Tengah dengan sangat hidup tanpa harus memakai istilah-istilah Arab. Bahasanya yang mengalir, karakterisasi tokoh-tokohnya yang begitu kuat, dan gambaran latarnya yang begitu hidup, membuat kisah dalam novel ini terasa benar-benar terjadi. Ini contoh novel karya penulis muda yang sangat bagus!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; AHMADUN YOSI HERFANDA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style="font-family: verdana;"&gt;Sastrawan dan Redaktur Budaya Republika&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; "Jarang ada buku seperti ini. Saya tidak yakin akan ada novel serupa dari penulis muda Indonesia lainnya saat ini bahkan mungkin hingga beberapa puluh tahun ke depan. Begitu menyentuh. Begitu dalam. Dan begitu dewasa!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; MOHAMMAD FAUZIL ADHIM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style="font-family: verdana;"&gt;Psikolog dan Penulis Buku-buku Best Seller&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; "Jika Naguib Mahfuz menulis Mesir dari pandangan orang Mesir, maka Mesir kali ini ditulis dalam pandangan orang Indonesia. Novel ini ditulis oleh orang Indonesia yang paham betul seluk-beluk negeri itu, hingga ke detail-detail yang paling kecil. Ia hidup, berbaur dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari lalu menyerap spirit dan pengetahuan darinya, dan dituangkan dengan sepenuh hati dalam bentuk novel kaya. Ditulis dengan bahasa yang lancar, dengan tokoh-tokoh yang 'hidup' dan berkelebatan dalam berbagai karakter. Membaca novel ini seperti membuka cermin cakrawala yang terbuka..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; JONI ARIADINATA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style="font-family: verdana;"&gt;Cerpenis, Redaktur Jurnal Cerpen Indonesia&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; "Novel yang tidak klise dan tak terduga pada setiap babnya. Habiburrahman El Shirazy dengan sangat meyakinkan mengajak kita menyelusuri lekuk Mesir yang eksotis itu, tanpa lelah. Tak sampai di situ, &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: verdana;"&gt;Ayat Ayat Cinta&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; mengajak kita untuk lebih jernih, lebih cerdas dalam memahami cakrawala keislaman, kehidupan dan juga cinta."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; HELVY TIANA ROSA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style="font-family: verdana;"&gt;Ketua Umum Forum Lingkar Pena&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; "Membaca &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: verdana;"&gt;Ayat Ayat Cinta&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; ini membuat angan kita melayang-layang ke negeri seribu menara dan merasakan 'pelangi' akhlak yang menghiasi pesona-pesonanya. Sungguh sebuah cerita yang layak dibaca dan disosialisasikan pada para pemburu bacaan popular yang sudah tidak mengindahkan akhlak sebagai menu utamanya, agar dunia bacaan kita terhiasi karya-karya yang 'membangun'."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; RATIH SANGARWATI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style="font-family: verdana;"&gt;Artis dan Peragawati&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; "Membaca novel ini, nutrisi cinta seakan mengalir memenuhi jiwa. Dan pikiran kiat terpenuhi oleh berbagai pengetahuan dan wawasan. Inilah karya fiksi yang tidak 'mengelabui'. Bagus sekali."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; ANNA R. NAWANING&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style="font-family: verdana;"&gt;Cerpenis dan Penulis Sastra Islami&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; "Sangat romantis dan humanis! Novel ini saya rasakan begitu kuat dalam ajaran, perasaan, dan penokohannya. Luar biasa, hati saya gerimis selesai membacanya!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; HAMIZAR "BAZARVIO" RIDWAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style="font-family: verdana;"&gt;Sastrawan dan Wartawan Pontianak Post&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;                                     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2526473898027071812-6600636438731836852?l=booksqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/6600636438731836852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2526473898027071812&amp;postID=6600636438731836852' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/6600636438731836852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/6600636438731836852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/2008/05/ayat-ayat-cinta.html' title='Ayat-ayat Cinta'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812.post-328894813161898988</id><published>2008-01-30T01:43:00.000-08:00</published><updated>2008-01-30T01:51:35.911-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Author: Philip Pullman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fantasy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiction'/><title type='text'>Golden Compass</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.empiremovies.com/images/posters/golden-compass-a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://www.empiremovies.com/images/posters/golden-compass-a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Golden Compass, the (1995)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;by Philip Pullman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Series: His Dark Materials&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Part: 1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Summary :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lyra and her daemon are eavesdropping when they uncover a plot to murder Lord Asriel. He has returned from the far North where he tells of strange sights-a beautiful city hovering in the sky above the pole, a shimmering Dust that settles on and delineates all but human children. Lyra is scarcely able to save his life before Lord Asriel is off again, on a quest to answer the riddle of the world. Meanwhile, children are disappearing, and when Lyra's dearest friend is taken by the Gobblers, she determines to save him-a decision which leads her on a great journey, a journey that will lead to the discovery of her mother, a disastrous betrayal and the beginning of the unravelling of the mystery of Dust.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2526473898027071812-328894813161898988?l=booksqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/328894813161898988/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2526473898027071812&amp;postID=328894813161898988' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/328894813161898988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/328894813161898988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/2008/01/golden-compass-1995-by-philip-pullman.html' title='Golden Compass'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812.post-7078028046913383925</id><published>2007-06-13T05:24:00.000-07:00</published><updated>2007-06-13T05:29:24.536-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Fantasy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Drama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Type: Manga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Author: Masashi Kishimoto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Comedy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genre: Action'/><title type='text'>Naruto</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_LH6IDfspAbU/Rm_iYOsBBbI/AAAAAAAAA-U/TDrDOUP_uaQ/s1600-h/Naruto01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_LH6IDfspAbU/Rm_iYOsBBbI/AAAAAAAAA-U/TDrDOUP_uaQ/s320/Naruto01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5075524210957288882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Twelve years before the events at the focus of the series, the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tailed_beasts#Nine-Tailed_Demon_Fox" title="Tailed beasts"&gt;nine-tailed demon fox&lt;/a&gt; attacked &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Land_of_Fire#Konohagakure" title="Land of Fire"&gt;Konohagakure&lt;/a&gt;. It was a powerful demon indeed; a single swing of one of its nine tails would raise &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tsunami" title="Tsunami"&gt;tsunamis&lt;/a&gt; and flatten &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mountain" title="Mountain"&gt;mountains&lt;/a&gt;. It raised chaos and slaughtered many people, until the leader of the Leaf Village – the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Konoha_ninja#Fourth_Hokage" title="List of Konoha ninja"&gt;Fourth Hokage&lt;/a&gt; – defeated it by sacrificing his own life to seal the demon inside a newly-born child, whose origins are as yet unknown. That child's name was &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Naruto_Uzumaki" title="Naruto Uzumaki"&gt;Naruto Uzumaki&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The Fourth Hokage was celebrated as a hero for sealing the demon fox away. He wanted Naruto to be respected in a similar light by being the containment vessel for the demon fox. The village he grew up in, however, mostly shunned Naruto; they regarded him as if he were the demon fox itself and mistreated him throughout most of his childhood.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;A decree made by the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Third_Hokage" title="Third Hokage"&gt;Third Hokage&lt;/a&gt; made it so that the other villagers were forbidden to mention the event to anyone, even to their own children. However, this did not stop them from treating Naruto like an outcast. Although their children did not specifically know why their parents treated Naruto the way they did, they learned through example to despise the boy. As a result, Naruto grew up as an &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Orphan" title="Orphan"&gt;orphan&lt;/a&gt; in a lonesome atmosphere without friends, family, or acknowledgment. He could not force people to befriend him, so he sought acknowledgment and attention the only way he knew – through pranks and mischief. However, that soon changed after Naruto graduated from the Ninja Academy by using his &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_ninjutsu_in_Naruto_%28H-R%29#Multiple_Shadow_Clone_Technique" title="List of ninjutsu in Naruto (H-R)"&gt;Multiple Shadow Clone Technique&lt;/a&gt; to save his teacher, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Konoha_ninja#Iruka_Umino" title="List of Konoha ninja"&gt;Iruka Umino&lt;/a&gt;, from the renegade ninja &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Konoha_ninja#Mizuki" title="List of Konoha ninja"&gt;Mizuki&lt;/a&gt;. That encounter gave Naruto two insights: that he was the container of the demon fox, and that there was someone besides the Third Hokage who actually cared for and acknowledged him. His graduation from the academy opened a gateway to the events and people that would change and define his world, including his way of the ninja for the rest of his life.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Naruto&lt;/i&gt; maintains a balance between &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Drama" title="Drama"&gt;drama&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Comedy" title="Comedy"&gt;comedy&lt;/a&gt;, with plenty of action interspersed. It follows Naruto and his friends' personal growth and development as ninja, and emphasizes their interactions with each other and the influence of their backgrounds on their personalities. Naruto finds two friends and comrades in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sasuke_Uchiha" title="Sasuke Uchiha"&gt;Sasuke Uchiha&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sakura_Haruno" title="Sakura Haruno"&gt;Sakura Haruno&lt;/a&gt;, two fellow young ninja who are assigned with him to form a three-person team under a very experienced &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sensei" title="Sensei"&gt;sensei&lt;/a&gt; named &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kakashi_Hatake" title="Kakashi Hatake"&gt;Kakashi Hatake&lt;/a&gt;. Naruto also confides in other characters as well that he has met through the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Naruto_ninja_ranks#Chunin" title="Naruto ninja ranks"&gt;Chunin&lt;/a&gt; Exam. They learn new abilities, get to know each other and other villagers better, and experience a coming-of-age journey as Naruto dreams of becoming the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Naruto_ninja_ranks#Kage" title="Naruto ninja ranks"&gt;Hokage&lt;/a&gt; of the Leaf Village.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Naruto&lt;/i&gt; places strong emphasis on character development. Almost all outcomes are a result of decisions, character, and personality; very few things happen just because of chance. At first, emphasis is placed on Naruto, Sasuke, and Sakura, who are the members of Team 7. However, other characters are developed, such as Kakashi, Guy, and Jiraiya, as well as Naruto's peers in the other Genin teams and other villages.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Several major villains came into play as well, the first being &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zabuza_Momochi" title="Zabuza Momochi"&gt;Zabuza Momochi&lt;/a&gt;, a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Naruto_ninja_ranks#Missing-nin" title="Naruto ninja ranks"&gt;missing-nin&lt;/a&gt; from &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Naruto_geography#Kirigakure" title="Naruto geography"&gt;Kirigakure&lt;/a&gt;, and his partner, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Haku_%28Naruto%29" title="Haku (Naruto)"&gt;Haku&lt;/a&gt;. Later, in the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Naruto_episodes_%28Seasons_1-2%29#Chunin_Exam_arc:_Phase_Two" title="List of Naruto episodes (Seasons 1-2)"&gt;Chunin Exam arc&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Orochimaru_%28Naruto%29" title="Orochimaru (Naruto)"&gt;Orochimaru&lt;/a&gt; is introduced as an &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Naruto_ninja_ranks#S-class" title="Naruto ninja ranks"&gt;S-Class&lt;/a&gt; missing-nin at the top of Konoha's most wanted list. Later, a mysterious organization called &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Akatsuki_%28Naruto%29" title="Akatsuki (Naruto)"&gt;Akatsuki&lt;/a&gt; begins to pursue Naruto in order to take the demon fox inside him and harness its power.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2526473898027071812-7078028046913383925?l=booksqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/7078028046913383925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2526473898027071812&amp;postID=7078028046913383925' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/7078028046913383925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/7078028046913383925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/2007/06/naruto.html' title='Naruto'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_LH6IDfspAbU/Rm_iYOsBBbI/AAAAAAAAA-U/TDrDOUP_uaQ/s72-c/Naruto01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812.post-3778010246554011745</id><published>2007-06-12T00:06:00.000-07:00</published><updated>2007-06-12T00:07:54.501-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><title type='text'>Eragon : The Eldest</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Christopher_Paolini" title="Christopher Paolini"&gt;Christopher Paolini&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;This book resumes with &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ajihad" title="Ajihad"&gt;Ajihad&lt;/a&gt;'s funeral and life, the disappearance of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Murtagh" title="Murtagh"&gt;Murtagh&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Major_characters_from_the_Inheritance_Trilogy&amp;action=edit" class="new" title="Major characters from the Inheritance Trilogy"&gt;The Twins&lt;/a&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Varden" title="Varden"&gt;Varden&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nasuada" title="Nasuada"&gt;Nasuada&lt;/a&gt;, to whom &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eragon_%28character%29" title="Eragon (character)"&gt;Eragon&lt;/a&gt; swears fealty after some internal politics among the Varden's Council of Elders. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Saphira" title="Saphira"&gt;Saphira&lt;/a&gt; says she can fix the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Isidar_Mithrim" title="Isidar Mithrim"&gt;Isidar Mithrim&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt; (they are recaptured by Urgals, and assumed dead), and the election of a new leader of the &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Meanwhile, in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carvahall" title="Carvahall"&gt;Carvahall&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Roran_Garrowsson" title="Roran Garrowsson"&gt;Roran&lt;/a&gt; is being pursued by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Galbatorix" title="Galbatorix"&gt;Galbatorix&lt;/a&gt;, who has sent the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ra%27zac" title="Ra'zac"&gt;Ra'zac&lt;/a&gt; and a unit of Imperial soldiers to capture him and thus lure Eragon out. After repelling many attacks, they manage to drive the army away, but &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Katrina_%28Inheritance%29" title="Katrina (Inheritance)"&gt;Katrina&lt;/a&gt;, Roran's fiancée, is captured by the Ra'zac. They decide to leave Carvahall and travel to &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Surda" title="Surda"&gt;Surda&lt;/a&gt;. Roran earns the name "Stronghammer" because he defended Carvahall with a hammer given to him by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Horst" title="Horst"&gt;Horst&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;By that time, Eragon has decided to go to &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Du_Weldenvarden" title="Du Weldenvarden"&gt;Du Weldenvarden&lt;/a&gt; to further pursue his training. Before that, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hrothgar" title="Hrothgar"&gt;Hrothgar&lt;/a&gt; invites him to join his clan, which Eragon accepts. On the way to Du Weldenvarden, they go to the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dwarf" title="Dwarf"&gt;dwarf&lt;/a&gt; city containing &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Beor_Mountains#Celbedeil" title="Beor Mountains"&gt;Celbedeil&lt;/a&gt;, a temple. Eragon finds his choice to join Hrothgar's clan made him an enemy of a dwarf clan The Tears of Anhuin, descendants of guards of a person whose clan was killed in the war against Galbatorix. Eragon learns of the Dwarf religion and their gods.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;After many adventures on the way, Eragon comes to his destination and meets &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Islanzad%C3%AD" title="Islanzadí"&gt;Islanzadí&lt;/a&gt;, the elven queen. It is revealed that &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Arya_%28Inheritance%29" title="Arya (Inheritance)"&gt;Arya&lt;/a&gt; is Islanzadí's daughter. Eragon is introduced to another &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dragon_Rider" title="Dragon Rider"&gt;Dragon Rider&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Oromis" title="Oromis"&gt;Oromis&lt;/a&gt;; the Mourning Sage or Osthato Chetowa: The Cripple Who Is Whole, Togira Ikonoka; who shielded Eragon in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eragon" title="Eragon"&gt;the first book&lt;/a&gt;. Eragon and Saphira begin their training with Oromis and his dragon &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Glaedr" title="Glaedr"&gt;Glaedr&lt;/a&gt;. Eragon learns how to read and fluently speak the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ancient_Language_%28Inheritance%29" title="Ancient Language (Inheritance)"&gt;Ancient Language&lt;/a&gt;, as well to use various &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Magic_%28Inheritance%29" title="Magic (Inheritance)"&gt;magic&lt;/a&gt; skills. While Eragon's feelings for Arya increase, he continues to train under Oromis's wing and suffers repeated bouts of pain from the scar on his back &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Durza" title="Durza"&gt;Durza&lt;/a&gt; gave him. Nevertheless, he and Saphira grow steadily more powerful, but he is held back immensely by the pain from his scar. On a traditional elvish celebration day of the pact with the dragons, called the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Blood-Oath_Celebration" title="Blood-Oath Celebration"&gt;Blood-Oath Celebration&lt;/a&gt;, or &lt;i&gt;Agaetí Blödhren&lt;/i&gt; in the ancient language, Eragon is healed of his wound and, as an unprecedented gift from the dragons, gains elvish qualities that enhance his strength and agility.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Meanwhile, Nasuada that learns the blessing Eragon bestowed on the child in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eragon" title="Eragon"&gt;Eragon&lt;/a&gt; was worded wrongly due to his lack of basic knowledge of the Ancient Language at the time, becoming a curse of sorts. Eragon too is horrified when he hears of this, and promises to try and nullify it. In the meantime the girl, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Elva_%28Inheritance%29" title="Elva (Inheritance)"&gt;Elva&lt;/a&gt;, serves as a sort of bodyguard to Nasuada against Galbatorix's assassins, such as the Black Hand, who are discovered in the Varden.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nasuada has made a momentous decision and moved the Varden to Surda, and the threat of war with Galbatorix seems imminent. Upon hearing of this, Eragon immediately leaves for the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_the_Burning_Plains" title="Battle of the Burning Plains"&gt;battle in Surda&lt;/a&gt;, but not before receiving gifts from Oromis and Islanzadi. During Eragon's very long stay in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ellesm%C3%A9ra" title="Ellesméra"&gt;Ellesméra&lt;/a&gt; and travel to Surda, Roran travels and meets &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jeod_Longshanks" title="Jeod Longshanks"&gt;Jeod Longshanks&lt;/a&gt; in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Teirm" title="Teirm"&gt;Teirm&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jeod, as a member of the Varden, helps Roran lead his group of Carvahall villagers to Surda and tells Roran and the villagers about Eragon and Brom, knowing this because &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brom" title="Brom"&gt;Brom&lt;/a&gt; was his best friend. Eragon arrives to find the situation poised on the edge of battle. The armies of the Varden, together with the army of Surda, camp on a plain opposite the vast armies of Galbatorix.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Before the battle, four &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kull_%28Inheritance%29" title="Kull (Inheritance)"&gt;Kull&lt;/a&gt; offer to act as a bodyguard to Eragon during the fight. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Angela_%28Inheritance%29" title="Angela (Inheritance)"&gt;Angela&lt;/a&gt; the herbalist poisons the enemy's drinks and bread, killing many soldiers, and causing the officers to hallucinate. Meanwhile, Roran, Jeod, the people of Carvahall and Uthar Wynn, the head sailor, take command of the new Empire ship, the Dragon Wing, leading it to Surda. They manage crossing a large whirlpool called The Eye of the Boar to shake off pursuing Empire ships, and arrive in time in Surda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The battle begins, and Eragon is able to repel the opposing armies for some time with his new forces, but the tide soon turns. During the fighting, Roran arrives at Surda, and his group of villagers join themselves to the forces of the Varden. Then, with the appearance of the dwarves from the east, the situation changes again, until the appearance of an unknown Dragon Rider who kills Hrothgar, the dwarf king. Also at the same time Eragon feels two new, powerful, spell casters arrive on the field of battle and recognizes them for the Twins, thought dead. The Twins systematically start killing off the Varden's group of mages and sorcerers who are under Eragon's command.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;But Eragon faces off with the unknown rider in both aerial and ground fights and ultimately unmasks his opponent, revealing Murtagh. Murtagh tells Eragon that the Twins had betrayed the Varden and taken him to Galbatorix. Galbatorix made Murtagh and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Thorn_%28Inheritance%29" title="Thorn (Inheritance)"&gt;Thorn&lt;/a&gt;, his red dragon, swear to try to capture Eragon; Galbatorix knows the true names of both Murtagh and his dragon, and thus is able to control them. Murtagh also reveals that Galbatorix is working to save the dragon race by capturing Saphira and having her mate with the third dragon hatchling, still lying dormant in its egg. He and Thorn prove to be more powerful than the battle-weary Eragon and Saphira, while Murtagh displays the great and terrible potency of his magic powers, using spells that would have killed a normal human. Murtagh decides to have mercy on them, but before leaving them, he reveals that Eragon was the youngest son of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Morzan" title="Morzan"&gt;Morzan&lt;/a&gt; and Selena, and that therefore Murtagh is Eragon's elder brother. Murtagh takes &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zar%27roc" title="Zar'roc"&gt;Zar'roc&lt;/a&gt; away from Eragon, saying it should rightfully have been his, an inheritance from Morzan. Eragon decides that even though Morzan may be his parent, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Characters_from_the_Inheritance_Trilogy#Garrow" title="Characters from the Inheritance Trilogy"&gt;Garrow&lt;/a&gt; was his father and Roran is more of a brother than Murtagh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;In the end, Galbatorix's army is forced to retreat - although most of their troops surived -, mainly because of the sudden entry of the dwarf troops and Roran's killing of the Twins. But the Varden fear a second attack from Galbatorix's army. The second attack from the surviving Empire Army could cripple the Varden and Surda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2526473898027071812-3778010246554011745?l=booksqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/3778010246554011745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2526473898027071812&amp;postID=3778010246554011745' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/3778010246554011745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/3778010246554011745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/2007/06/eragon-eldest.html' title='Eragon : The Eldest'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812.post-136477116743594664</id><published>2007-06-12T00:04:00.000-07:00</published><updated>2007-06-12T00:06:43.739-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><title type='text'>Eragon</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Christopher_Paolini" title="Christopher Paolini"&gt;Christopher Paolini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Eragon, a 15 year-old boy, lives with his uncle Garrow and cousin Roran on a farm on the outskirts of a small village, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carvahall" title="Carvahall"&gt;Carvahall&lt;/a&gt;. While hunting in The Spine, a large range of mountains running down the West side of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alaga%C3%ABsia" title="Alagaësia"&gt;Alagaësia&lt;/a&gt;, which is believed to have mysterious happenings, Eragon is surprised to see a polished blue stone appear in front of him. After failing to sell or trade the stone, Eragon witnesses a baby dragon hatch from the "stone," which was in reality a dragon egg. He questions &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brom_%28Inheritance%29" title="Brom (Inheritance)"&gt;Brom&lt;/a&gt; - the elderly town storyteller - about the Dragons and the history and ways of the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dragon_Riders" title="Dragon Riders"&gt;Dragon Riders&lt;/a&gt;. After this talk, Eragon names the dragon &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Saphira" title="Saphira"&gt;Saphira&lt;/a&gt; after hearing Brom mention the dragon's name. He raises the dragon in secret until two of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/King_Galbatorix" title="King Galbatorix"&gt;King Galbatorix&lt;/a&gt;'s servants, the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ra%27zac" title="Ra'zac"&gt;Ra'zac&lt;/a&gt;, come to &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carvahall" title="Carvahall"&gt;Carvahall&lt;/a&gt; looking for the egg. Eragon and Saphira manage to escape by hiding in the forest, but Eragon's uncle Garrow is fatally wounded and the house and farm are destroyed. Once Garrow dies, Eragon is left with no reason to stay in Carvahall, so he goes after the Ra'zac, seeking vengeance for the destruction of his home and his uncle's death. He is accompanied by Brom, who insists on helping them.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Eragon becomes a Dragon Rider through his bond with Saphira. On the journey, Eragon learns sword fighting, magic, and the ways of the Dragon Riders from Brom, who is a former Rider whose dragon had been slain. Eragon does not know this yet. They travel through several cities, and Eragon is shocked by the way that the Empire is harming the land and its people. Finally, after obtaining information in the town of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Teirm" title="Teirm"&gt;Teirm&lt;/a&gt;, Brom, Eragon, and Jeod (Brom's old friend) conclude that the Ra'zac reside in the city of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dras-Leona" title="Dras-Leona"&gt;Dras-Leona&lt;/a&gt;. There, the Ra’zac lure Eragon, Saphira, and Brom into an ambush. Although a stranger, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Murtagh" title="Murtagh"&gt;Murtagh&lt;/a&gt;, rescues them, Brom is gravely injured and dies shortly after — but not before finally revealing to Eragon that he was a Dragon Rider, whose deceased dragon shared Saphira's name. Eragon also finds out that Saphira knew from the moment she met Brom, but didn't tell Eragon because Brom requested her not to.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The new company Eragon, Murtagh, and Saphira travel in search of the hidden leagues of the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Varden" title="Varden"&gt;Varden&lt;/a&gt;, a strong rebel faction that Brom had mentioned on their journey. On the way, Eragon has dreams of a beautiful elf, all of which feature her suffering in a prison. While stopping near a city with an inhabitant that could potentially reveal the Varden's whereabouts, Eragon is captured and imprisoned in the same prison that holds the elf. Murtagh and Saphira stage a rescue and Eragon escapes with the unconscious elf. During the escape Eragon and Murtagh battle with a Shade, a body controlled by evil spirits. The fact that a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Shade" title="Shade"&gt;Shade&lt;/a&gt; is walking freely in the land deeply disturbs Eragon and he suspects that Galbatorix is planning something terrible. The Shade is shot by an arrow from Murtagh, but is not completely killed. However, the three do not realize this until later.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;After escaping, Eragon, Saphira, Murtagh, and the elf go in search of the Varden. After the elf did not wake after a week, Eragon becomes increasingly concerned and tries to reach her using a form of telepathy. He finds out her name is Arya and that she has been afflicted with a rare poison. She tells Eragon she has put herself in a self-induced coma, to slow the poison, but tells him if they do not reach the Varden soon, she will die. She then tells Eragon how to find the Varden.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Eragon and his party are pursued by an army of strong &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Urgals" title="Urgals"&gt;Urgals&lt;/a&gt;, called Kull, as they travel to the Varden's fortress, hidden deep within the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Beor_Mountains" title="Beor Mountains"&gt;Beor Mountains&lt;/a&gt;. When they reach the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Varden" title="Varden"&gt;Varden&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Arya" title="Arya"&gt;Arya&lt;/a&gt;'s condition is very serious. She is given the antidote just in time and recovers soon after. Meanwhile, Eragon learns of the pact between the dwarves, the elves, and the Varden and how it was that Saphira's egg was magically teleported to the Spine. The group is at last able to rest, although an invasion by the army of Urgals is imminent.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;When the battle finally begins, the Varden, and dwarves are pitted against an enormous army of Urgals, deployed by Durza and Galbatorix. During the battle, Eragon faces the Shade, Durza, whom he had recently encountered. Eragon receives a serious disfiguring wound on his back during the fight. Durza is about to capture Eragon and bring him before Galbatorix, when Saphira and Arya create a distraction, diverting the Shade's attention long enough for Eragon to stab him in the heart (the only way to kill a Shade). After the death of the Shade, the Urgals have a spell lifted from them, and begin to fight among themselves. This gives the Varden a chance to counter-attack. During the fight with the shade Eragon receives a major back wound, which causes him to pass out. During his unconsciousness a stranger contacts him through his mind and wants him to come to him for training in the land of the elves.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2526473898027071812-136477116743594664?l=booksqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/136477116743594664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2526473898027071812&amp;postID=136477116743594664' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/136477116743594664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/136477116743594664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/2007/06/eragon.html' title='Eragon'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812.post-2621409859482027927</id><published>2007-04-15T22:05:00.000-07:00</published><updated>2007-04-15T22:06:22.825-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manga'/><title type='text'>Full Metal Alchemist</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Alkimia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[Alchemy is a science where one understands the structure of a matter, breaks it down and then rebuilds it.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[Since it is science, the principles of nature still apply.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[You can only create something of a certain mass from something with the same mass.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[It is the principle of equivalent trade.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[The principle of equivalent trade states that to gain something, you must present something of equal value.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[Perhaps that is a lesson that people cannot gain anything without sacrifices.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;The Philosopher's Stone&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[Those who possess it, no longer bound by the law of Conservation in Alchemy.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[Don't have to sacrifice something of value in order to gain something.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[Why do people desire the The Philosopher's Stone?]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[For wealth, glory, domination. For Eternal Live. In times of despair.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[When they seen those around them dying . . .]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[When they are taken by despair . . .]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[They seek the Philosopher's Stone as their only hope.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[The gate, which is the source of the power of alchemy . . . What lies beyond it?]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Truth Of The World&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[Setting things equal . . . That's unfair.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[After all, even though you pay the same price, you won't always gain the same thing.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[And, people's lives do not have the same value.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[That child is trying his best to live, and he is paying the price. Yet, the only thing he will gain is . . . death.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[On the other hand, there are people who survive even though they kill other people.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[It doesn't matter how hard you try to live, at the time of your death, you will die.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[The world is trully cruel. Yet, at the same time you could say that is why it is beautiful.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[You don't always need to pay a price to gain something. When a parent loves their children, there is no price or reward.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[By paying a price, would anyone receive equal happiness?]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[I don't want to believe that it's possible to pay a price, and not receive anything.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[There's no equivalent trade for a life. No matter how hard I try, it might be in vain.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[You went on a journey.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[You met many people along the way.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[Saw many things.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[You suffered . . .]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[You worked hard . . .]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[Everything you experienced . . .]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[That was your equivalent trade.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[Nothing is ever perfect.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[This world is imperfect.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[That's why it's beautiful.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2526473898027071812-2621409859482027927?l=booksqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/2621409859482027927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2526473898027071812&amp;postID=2621409859482027927' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/2621409859482027927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/2621409859482027927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/2007/04/full-metal-alchemist.html' title='Full Metal Alchemist'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2526473898027071812.post-238316186896167183</id><published>2007-04-15T20:59:00.000-07:00</published><updated>2007-04-15T22:05:46.831-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manga'/><title type='text'>Samurai X (Rurounin Kenshin)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.picturesky.com/albums/userpics/10575/Kenshin%20%28174%29.jpg" border="1" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.picturesky.com/albums/userpics/10575/Kenshin%20%28132%29a.jpg" align="left" border="1" /&gt;Kali ini saya akan berbicara tentang salah satu manga dan anime favorit saya, Samurai X atau judul aslinya adalah Rurounin Kenshin. Samurai X merupakan buah tangan dari Nobuhiro Watsuki. Awalnya Samurai X hanya berupa manga, tetapi seiring waktu versi anime dan OVA (Original Video Animation, kalau singkatannya gak salah ^.^) nya pun dirilis. Pada versi manga nya, Samurai X terdiri dalam 2 Session dan versi animenya terdiri dari (kalau tidak salah) 3 session sedangkan versi OVA nya merupakan animasi dari manga session 2 nya. Saya akan membicarakan versi manganya saja. Kenshin Himura adalah seorang samurai yang menyukseskan restoasi Meiji. Pada jaman sebelum restorasi, Kenshin adalah seorang pembantai sehingga dijuluki Battosai si pembantai. Seorang pembantai adalah orang-orang yang bekerja di balik layar (secara rahasia) untuk membunuh orang-orang yang paling menentang restorasi (perubahan jaman). Battosai menjadi legenda, tapi tak seorangpun tahu siapa sebenarnya Battosai si Pembantai. Battosai sendiri setelah restorasi Meiji segera menggunakan nama aslinya, Kenshin Himura dan sudah berjanji untuk tidak membunuh kembali. Bahkan Kenshin mengganti pedangnya dengan sakabatau (pedang dengan mata pedang terbalik/sisi tajam berada di bagian dalam) dan berusaha untuk mencari jalan menebus dosa-dosanya ketika dia masih menjadi pembantai. Kenshin menjadi seorang pengembara menjelajahi seluruh jepang untuk menegakkan keadilan. Disinilah kisah ini dimulai, awal zaman Meiji, kisah seorang laki-laki pengembara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.picturesky.com/albums/userpics/10575/Kenshin%20%2861%29.jpg" align="left" border="1" /&gt;Session pertama dimulai ketika pada suatu malam, secara tiba-tiba Kenshin diserang oleh seorang wanita, wanita ini menyerang secara membabi buta dan menuduhnya sebagai Battosai si pembantai. Kemudian diketahui bahwa Kaoru Kamiya, nama wanita tersebut, hendak melawan Battosai palsu yang hendak merebut tanah Dojo nya dan akhirnya Kenshin membantu Kaoru mengalahkan Battosai Palsu tersebut, dan atas bantuannya akhirnya Kenshin diizinkan tinggal sementara di dojo milik Kaoru tersebut. Hari demi hari berlalu, berbagai peristiwa pun terjadi sehingga anggota dojo pun bertambah hingga akhirnya anggota dojo (tokoh-tokoh utamanya) terdiri dari Kaoru Kamiya (Pemilik Dojo), Kenshin Himura, Sanosuke Sagara (Mantan Pasukan Sekihotai), Yahiko Miojin (Anak seorang samurai) dan Megumi (Dokter yang berbakat). Berbagai kejadian yang mengganggu kedamaian mereka alami, hingga puncaknya ketika seseorang datang ke dojo dan menghajar habis Sanosuke. &lt;img src="http://www.picturesky.com/albums/userpics/10575/Kenshin%20%28143%29.jpg" align="right" border="1" /&gt;Dia adalah Hajime Saito, mantan anggota Shinsengumi, musuh bebuyutan Battosai yang sekarang menjadi seorang polisi. Kenshin dengan aliran Hitenmitsuruginya menghadapi Saito yang beraliran Batojutsu. Mereka bertarung menyelesaikan pertarungan mereka yang tertunda pada zaman Tokugawa. Tapi bukan karena itu Saito datang ke dojo Kamiyakashin, tetapi untuk mengembalikan Kenshin menjadi seorang pembantai agar dapat membantu pemerintah secara rahasia melawan Makoto Shishio yang sedang menyusun kekuatan untuk menjatuhkan pemerintahan Meiji dan menghancurkan zaman Meiji yang damai. Akhirnya Kenshin pun bersedia membantu, cerita pun menuju puncaknya, mereka segera pergi ke Kyoto untuk menghadapi kelompok Shishio dengan anggota Juppon Gatana (10 jago pedang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.picturesky.com/albums/userpics/10575/Kenshin%20%28190%29.jpg" align="left" border="1" /&gt;Makoto Shishio adalah orang gila yang begitu mengagungkan kekuatan dirinya. Prinsip hidupnya sangat sederhana, yang kuat akan menang dan yang kalah akan tersingkir atau mati. Bersama organisasi dan kelompok Jupon Gatana nya, dia menyusun banyak merencana untuk menjatuhkan pemerintahan Meiji dan mengembalikan zaman ke zaman Bakufu yang keras dan penuh penindasan. Rencananya dimulai dengan menjadikan Kyoto berada dalam lautan api. Dengan kapal Rengoku dia berencana menghancur leburkan Kyoto. Tapi rencananya berhasil di gagalkan oleh Kenshin, Saito dan Sanosuke. Sakabatau, pedang milik Kenshin hancur ketika melawan Soujiro Seta, salah satu anggota Juppon Gatana, sehingga Kenshin harus mencari penggantinya. Tidak sembarang pedang dapat digunakan oleh para jago pedang, pedang biasa akan segera hancur pada saat jurus pamungkas dikeluarkan. Hanya pedang buatan seorang ahli pembuat pedang saja yang dapat digunakan. Permasalahannya bertambah karena Kenshin tidak mau menggunakan pedang selain sakabatau (pedang dengan mata terbalik) dan pembuat sakabatau telah wafat. Tetapi akhirnya Kenshin mendapatkan pengganti pedangnya juga karena ternyata sang ahli pedang sebelum kematiannya sempat membuat satu pedang sakabatau dan menyimpannya pada sebuah kuil. Kenshin pun mendapatkan jurus terakhir Hiten Mitsurugi dari gurunya. Pertempuran utama pun terjadi, Kenshin, Saito dan Sanosuke menyerbu ke markas Shishio, sementara Shishio memerintahkan 3 orang anggota Juppon Gatana menjaganya dan sisanya menyerang Aoiya di Kyoto. Pertempuran dahsyat terjadi di dua tempat, dapatkah Kenshin dan kawan-kawannya mengalahkan Shishio?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.picturesky.com/albums/userpics/10575/Kenshin%20%2886%29.jpg" align="left" border="1" /&gt;Tentu saja, kalau tidak session dua tidak akan pernah ada kan? Pada session kedua ini, Kenshin harus menghadapi masa lalu nya yang paling kelam. Apa yang telah diperbuatnya di masa lalu berakibat langsung pada kehidupannya dimasa kini, tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga pada orang-orang yang berada di sekitarnya. Zaman Bakufu, ketika Kenshin masih menjadi seorang Battosai, setelah perang besar yang membuat kelompok chosu (organisasi dimana Kenshin berada) mengalami kekalahan besar. Kenshin, dan kelompoknya harus bersembunyi untuk sementara waktu. Kenshin pergi bersama Tomoe ke sebuah desa tepencil dan menyamar menjadi tukang obat. Disana dia menikah dengan Tomoe! Kehidupan Kenshin sebagai Battosai benar-benar membuat hidupnya sengsara. Orang-orang yang membenci Kenshin memanfaatkan Tomoe agar dapat membunuhnya. Adik Tomoe, Enishi Yukishiro, tiba-tiba datang dan mengajak Tomoe pulang ke rumah, Enishi mengatakan bahwa tugas Tomoe telah selesai, dan Kenshin akan membayar dosa-dosanya. Tapi karena rasa cintanya kepada Kenshin Tomoe tidak mau menginggalkan Kenshin, dia menolak ajakan adiknya. Demi melindungi Kenshin dari kelompok yang memanfaatkan dirinya, Tomoe pergi ke markas mereka di hutan untuk menghentikan rencana pembunuhan Kenshin. Tapi sayang, Tomoe diculik dan Kenshin segera pergi menolong istrinya. Satu per satu musuh berhasil dikalahkan, hingga akhirnya sampailah di markas sang penjahat. Kondisi Kenshin sangat parah, indera pendengaran dan pengelihatannya sudah tidak berfungsi, sehingga mengalahkan Tatsumi, pimpinan penjahat sudah tidak mungkin. Pada satu saat ketika Kenshin dan Tatsumi sedang mengeluarkan jurus terakhir mereka, Tomoe datang, dia menghalangi dan membunuh Tatsumi. &lt;img src="http://www.picturesky.com/albums/userpics/10575/Kenshin%20%28161%29.jpg" align="right" border="1" /&gt;Tetapi karena Kenshin sudah tidak dapat melihat dan mendengar, dia tidak tahu Tomoe berada diantara dirinya dan Tatsumi. Ketika Kenshin mencium wangi bunga plum putih (parfum yang digunakan Tomoe), semuanya sudah terlambat. Tomoe, istri Kenshin tewas terkena tebasan pedangnya. Melalui buku harian Tomoe, kebenaran terungkap, Tomoe awalnya berencana membunuh Kenshin, tetapi melihat pribadi Kenshin, Tomoe berbalik mencintainya. Melalui buku harian itu juga, Kenshin tahu bahwa dia telah merenggut kebahagiaan Tomoe dengan membunuh tunangannya beberapa waktu silam. Kenshin telah mengambil kebahagiaan dalam diri Tomoe, tetapi dia juga telah memberikan kebahagiaan yang lain pada Tomoe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.picturesky.com/albums/userpics/10575/Kenshin%20%2815%29.jpg" align="left" border="1" /&gt;Kisah ini baru saja dimulai. Kematian Tomoe disaksikan oleh adiknya, Enishi dan memberikan dendam yang sangat dalam di hatinya. Dendam ini terus dia bawa seumur hidupnya, dendam ini pula yang membuatnya bertahan hidup di dunia yang sangat kejam. Waktu terus berlalu hingga saatnya dendam itu terbalaskan. Enishi beserta kelompoknya menyerang kota dimana Kenshin tinggal. Mereka terlebih dahulu menyerang orang-orang yang mengenal Kenshin, kemudian Enishi memberi peringatan bahwa 10 hari lagi dia akan menyerang dojo Kamiyakashin. Kenshin belum mendapat jawaban bagaimana dia dapat menebus dosanya di masa lalu, tetapi waktu telah habis, dan dia harus mempertahankan apa yang dia miliki saat ini. Kenshin bertarung dengan perasaan kacau. Tetapi ketika keadaan Kenshin sudah terdesak, Enishi tidak membunuhnya, dia membunuh Kaoru! Seketika itu juga Kenshin kehilangan semangatnya untuk hidup, kehilangan Kaoru membuatnya benar-benar terpuruk. Setelah Kaoru dimakamkan, Kenshin menghilang, dia mengasingkan diri ke desa tempat orang-orang terbuang. Kenshin sudah tidak mau hidup, dia tidak mau orang-orang di dekatnya terancam. Dan dia belum menemukan cara menebus dosa-dosanya. Teman-teman Kenshin tidak ada dapat menolongnya. Aoshi dan Misao datang dari Aoiya ke Dojo untuk mengantarkan buku harian Tomoe, betapa terkejutnya mereka mengetahui Kaoru telah mati. Tetapi berkat Aoshi, mereka mengetahui bahwa Kaoru masih hidup dan mayat yang mereka kubur hanyalah sebuah boneka dan mereka pun sudah mengetahui kemana Enishi menghilang bersama Kaoru. Di kampung terbuang, Kenshin akhirnya menemukan jawaban bagaimana dia dapat menebus dosa-dosanya. Akhinya Kenshin bangkit kembali, mereka pergi ke tempat persembunyian Enishi untuk merebut Kaoru kembali. Pada akhir cerita, buku harian Tomoe berhasil menyadarkan Enishi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.picturesky.com/albums/userpics/10575/Kenshin%20%28132%29a.jpg" align="left" border="1" /&gt;Pertama kali saya kenal Samurai X dari salah satu stasiun TV swasta, pada waktu itu saya tidak pernah menduga alur ceritanya akan sebagus ini. Tak begitu lama versi manganya keluar di toko-toko buku, lalu saya selalu cek, apakah ceritanya sejalan dengan versi anime yang sudah saya lihat. Ternyata mulai nomor 18 ceritanya tidak ada di versi animenya, tetapi ada di versi OVA. Ya sudah, saya coba beli, ternyata ceritanya lebih bagus dan lebih jelas dibanding versi animenya, mulai deh saya koleksi hingga tamat pada no 28. Ceritanya lucu, banyak tingkah para tokohnya yang membuat kita tertawa, tetapi disamping itu aspek drama, alur dan keseriusan cerita juga menjadi sangat kuat. Semuanya diramu dengan sangat baik oleh Nobuhiro Watsuki. Disini banyak juga sejarah jepang yang diceritakan, walaupun sebenarnya cerita ini hanyalah fiksi belaka. Four Thumbs Up! for Samurai X.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2526473898027071812-238316186896167183?l=booksqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://booksqy.blogspot.com/feeds/238316186896167183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2526473898027071812&amp;postID=238316186896167183' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/238316186896167183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2526473898027071812/posts/default/238316186896167183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://booksqy.blogspot.com/2007/04/samurai-x-rurounin-kenshin.html' title='Samurai X (Rurounin Kenshin)'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
